Minggu, 04 Desember 2016

REAL LIFE

3/12/16
Hari ini, hari yang terlelah dalam menjalani kehidupan nyataku. Entah aku harus bicara kepada siapa lagi, rasanya otak dikepalaku akan pecah.
Pusing, letih, lesu, amarah, iri, yang timbul dalam diri ini tak bisa ku tahan lagi.
Tak ada seorang pun yang bisa mengerti selamanya tentang diriku sekalipun itu orang tuaku.
Ayah, Ibu anakmu sudah cape....
Ayah, aku ingin ikut bersamamu. Mungkin jika disisimu aku akan merasa tenang, senang dan damai.
Ibu, aku takut untuk kedepannya takkan bisa membuatamu bangga lagi karena anakmu ini sudah pesimis dalam menjalani hidup.
Ayah benar, yang selalu kau ajarkan dulu tentunya yang sering aku keluhkan dan abaikan menimpa diriku.
Harusnya dulu aku menjadi anak penurut, agar bisa menjalani kehidupan realku ini.
Kenapa sih dalam hidup harus ada penyesalan ? kenapa Tuhan ?
Apa aku sudah ditakdirkan seperti ini?
Apa aku begitu hina dimata-Mu ?
Kenapa, jika Kau sayang memberiku jalan hidup seperti ini?
Apa rencana-Mu?
Entahlah, aku hanya makhlukmu yang penuh dosa....
Yah, anakmu hanya bisa mengeluh dan mengeluh, andai saja ada ayah disisiku mungkin ada penuntun jalan untukku.
Disisi lain aku bersyukur atau ajaranmu yah, yang telah mengajarkanku tentang kehidupan yang keras ini, pahit dan penuh persaingan.
Aku sekarang benar-benar lemah, hanya diriku yang bisa membuat mood bagus dan buruk.
Aku jenuh sangat jenuh ...
Aku muak sangat muak ...
Aku benci sangat benci...
Aku kecewa sangat kecewa...
Aku ingin segera menemukan jalan kebahagiaanku di dunia ini.
Aku ingin melihat orang-orang yang ku cintai bangga terhadapku.
Sama sepertimu yah, aku seideologi denganmu.
Aku ingin selalu menjadi yang terdepan, tapi sampai saat ini belum tahu jalan yang benarnya seperti apa.
Kebenaran hidup ini aku tak bisa terima yah.
Aku menangis tak tertahan...
Terus dan terus, padahal aku tahu semuanya ini takkan menyelesaikan masalah.
Aku hidup terlalu bebas, sudah tak ada yang mengaturku lagi.
Padahal dari kecil aku selalu diatur oleh mu yah, dikurung bagaikan burung dalam sangkarnya, diberi makan dan minum.
Tapi sekarang semuanya berbalik 360 derajat.
Hidup bebas semauku, itu idamanku.
Tapi setelah aku merasakan semua yang kuinginkan, aku tak ingin lagi.
Aku ingin seperti dulu, yang tak bebas terbang tak tahu arah.
Aku sadar, hanyalah wanita yang membutuhkan sosok pria yang menunjukkan jalan yang benar.




Total Tayangan Laman

Pengikut

Kesehatan