Minggu, 13 Juli 2014

Selasa, 10 Juni 2014


Semoga dirimu menjadi apa yang telah engkau ucapkan kepada diriku.Aku sangat bersyukur melihat dirimu yang sekarang ini, tapi pasti ada rasa takutku terhadapmuSemoga ini awal yang baik dan indah untuk kedepannya.Semoga engkau lebih dewasa dari pada apa yang aku telah bayangkan dan tidak akan pernah membuat kecewa diriku lagi. 25


Senin, 28 April 2014

Kini Telah Kembali

Berawal dari kisah hidupku, di umur 18 tahun ini aku mendapat sesuatu yang tak pernah terpikir sedikit pun olehku.Saat itu aku pergi ke kapolres ciamis untuk menanyakan pendaftaran brigadir soalnya aku tertarik mendengarnya dan mendapat support dari keluarga atau orang yang disekelilingku.Sesampai disana aku diberi arahan dan mendapat formulir, kurang lebih 2 minggu untuk melengkapi persyaratan.Di sela-sela waktu itu ternyata teman kecilku dulu juga ikut, entah apa perasaanku sekarang.Dan aku pun melengkapi persyaratan berbarengan dengan dia. 
Saat ini kami dekat kembali hehe
Kami pun suka teringat masa-masa TK dulu saat bersenda gurau bersama.Pendaftaran Casis Brigadir Polri T.A 2014 ini jalan yang mempertemukan kami kembali. Mudah-mudahan kami berdua mendapat hasil yang di inginkan, tak lupa kami pun saling support.Dia lah cinta pertamaku, yang sejujurnya musuhku saat waktu kecil. Sungguh sangat lucu pabila mengingatnya.Semangat buat Casis hehe

Kamis, 03 April 2014


Movie title :
Cast :
Ben Affleck as Rafe McCawley
Josh Hartnett as Danny Walker
Kate Beckinsale as Evelyn
Alec Baldwin as Doolittle
Cuba Gooding Jr. as Dorie Miller
Jon Voigt as President Roosevelt
Directed by :
Michael Bay
Written by :
Randall Wallace
Action, Drama, History, Romance
Value at IMDb 5.8 out of 10

"Pearl Harbor" is a two-hour movie squeezed into three hours, about how on Dec. 7, 1941, the Japanese staged a surprise attack on an American love triangle. Its centerpiece is 40 minutes of redundant special effects, surrounded by a love story of stunning banality. The film has been directed without grace, vision, or originality, and although you may walk out quoting lines of dialog, it will not be because you admire them.
The film makers seem to have aimed the film at an audience that may not have heard of Pearl Harbor, or perhaps even of World War Two. This is the Our Weekly Reader version. If you have the slightest knowledge of the events in the film, you will know more than it can tell you. There is no sense of history, strategy or context; according to this movie, Japan attacked Pearl Harbor because America cut off its oil supply, and they were down to an 18 month reserve. Would going to war restore the fuel sources? Did they perhaps also have imperialist designs? Movie doesn't say.
So shaky is the film's history that at the end, when Jimmy Doolittle's Tokyo raiders crash-land in China, they're shot at by Japanese patrols with only a murky throwaway explanation about the Sino-Japanese war already underway. I predict some viewers will leave the theater sincerely confused about why there were Japanese in China.
As for the movie's portrait of the Japanese themselves, it is so oblique that Japanese audiences will find little to complain about apart from the fact that they play such a small role in their own raid. There are several scenes where the Japanese high command debates military tactics, but all of their dialog is strictly expository; they state facts but do not emerge with personalities or passions. Only Admiral Yamamoto (Mako) is seen as an individual, and his dialog seems to have been singled out with the hindsight of history. Congratulated on a brilliant raid, he demurs, "A brilliant man would find a way not to fight a war." And later, "I fear all we have done is to awaken a sleeping giant." Do you imagine at any point the Japanese high command engaged in the 1941 Japanese equivalent of exchanging high-fives and shouting "Yes!" while pumping their fists in the air? Not in this movie, where the Japanese seem to have been melancholy even at the time about the regrettable need to play such a negative role in such a positive Hollywood film.
The American side of the story centers on two childhood friends from Tennessee with the standard-issue screenplay names Rafe McCawley (Ben Affleck) and Danny Walker (Josh Hartnett). They enter the Army Air Corps and both fall in love with the same nurse, Evelyn Johnson (Kate Beckinsale)--first Rafe falls for her, and then, after he is reported dead, Danny. Their first date is subtitled "Three Months Later" and ends with Danny, having apparently read the subtitle, telling Evelyn, "Don't let it be three months before I see you again, okay?" That gets almost as big a laugh as her line to Rafe, "I'm gonna give Danny my whole heart, but I don't think I'll ever look at another sunset without thinking of you." That kind of bad laugh would have been sidestepped in a more literate screenplay, but our hopes are not high after an early newsreel report that the Germans are bombing "downtown London"--a difficult target, since although there is such a place as "central London," at no time in 2,000 years has London ever had anything described by anybody as a "downtown." There is not a shred of conviction or chemistry in the love triangle, which results after Rafe returns alive to Hawaii shortly before the raid on Pearl Harbor and is angry at Evelyn for falling in love with Danny, inspiring her timeless line, "I didn't even know until the day you turned up alive--and then all this happened." Evelyn is a hero in the aftermath of the raid, performing triage by using her lipstick to separate the wounded who should be treated from those left to die. In a pointless stylistic choice, director Michael Bay and cinematographer John Schwartzman shoot some of the hospital scenes in soft focus, some in sharp focus, some blurred. Why? I understand it's to obscure details deemed too gory for the PG-13 rating. (Why should the carnage at Pearl Harbor be toned down to PG-13 in the first place?) In the newsreel sequences, the movie fades in and out of black and white with almost amusing haste, while the newsreel announcer sounds not like a period voice but like a Top-40 deejay in an echo chamber.
The most involving material in the film comes at the end, when Jimmy Doolittle (Alec Baldwin) leads his famous raid on Tokyo, flying Army bombers off the decks of Navy carriers and hoping to crash-land in China.
He and his men were heroes, and their story would make a good movie (and indeed has: "Thirty Seconds Over Tokyo"). Another hero in the movie is the African-American cook Dorie Miller (Cuba Gooding Jr.), who because of his race was not allowed to touch a gun in the racist pre-war Navy, but opens fire during the raid, shoots down two planes, and saves the life of his captain. He's shown getting a medal. Nice to see an African-American in the movie, but the almost total absence of Asians in 1941 Hawaii is inexplicable.
As for the raid itself, a little goes a long way. What is the point, really, of more than half an hour of planes bombing ships, of explosions and fireballs, of roars on the soundtrack and bodies flying through the air and people running away from fighters that are strafing them? How can it be entertaining or moving when it's simply about the most appalling slaughter? Why do the filmmakers think we want to see this, unrelieved by intelligence, viewpoint or insight? It was a terrible, terrible day. Three thousand died in all. This is not a movie about them.
I think this is a good movie. in this film as what it has always done Michael Bay, explosions barrage. That's what makes it look terrible war. Actually, the value on the IMDb inappropriate, it should value more than 5.8. I did not know about the actual history. Indeed, the story was predictable, but the film actually deserves to get a value above 7.0. The film is not bad, and could be a good spectacle.

Sabtu, 08 Maret 2014


Karya: Taufiq Ismail, Tirani, 1966

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi


Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang terhormat kepala sekolah SMA Negeri 1 Ciamis, semua guru dan staf administrasi SMA Negeri 1 Ciamis dan semua teman-teman ku dari kelas X sampai kelas XII.
Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji & syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya kita semua dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat walafiat.

Pada kesempatan yang baik ini, dan juga untuk memeperingati hari guru yang jatuh pada tanggal 25 November ini, saya akan menyampaikan sebuah pidato yang berjudul Guru.

Guru, kita pun tahu benar siapa mereka. Sebuah peran yang pital dalam kehidupan. sebuah peran penting dalam masyarakat. Ya memang guru, 4 huruf penuh makna, 4 huruf penuh jasa, 4 huruf pelita bangsa. 

Ya memang seorang guru yang dengan segala keterbatasannya memberikan jasa yang tidak akan ternilai walaupun kita menukar dunia dengan segala isinya untuk hanya bisa mensejajarkan dengan jasa yang mereka berikan untuk kita.
Ya memang seorang guru yang menjadi pelita bangsa, menerangi dan menuntun kami anak didik nya ke arah impian yang penuh dengan cahaya harapan untuk agar bisa hidup sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Hadirin yang saya hormati

Siapa kah yang pantas menyandang gelar sebagai gur? Pendidik, teman atau kah orang tua kita? Ya, merekalah yang pantas menyandang gelar guru. Merekalah yang mewakili lingkungan belajar yang mempengaruhi karakter kita anak bangsa ke depan. Pendidik dengan lingkungan sekolahnya, teman dengan lingkungan pergaulan nya dan orang tua dengan lingkungan keluarganya.

Terima kasih guru, atas segala sesuatu yang kau berikan, atas segala sesuatu yang kau contohkan, atas segala sesuatu yang kau arahkan. Terima kasih, kami dedikasikan hari ini untuk menghargai semua jasa-jasa mu. Selamat Hari Guru.

Wasslamualaikum Wr. Wb.

Senin, 03 Maret 2014


Mengamati struktur sel-sel epidermis pada bawang merah.
Alat dan Bahan
Kaca preparat
Kaca penutup
Pipet tetes
Bawang merah
Cara Kerja
Kupas lapisan epidermis yaitu siung dari bawang merah menggunakan pisau dan pinset! Cara yang gampang lihat gambar! Potonglah sebagian kecil bawang merah, kemudiah patahkan. Lepaskan lapisan epidermis yang tersisa.
Letakkan di atas kaca preparat, beri setetes air, tutup dengan kaca penutup. Gunakan jarum bedah untuk menghilangkan gelembung udara pada preparat!
Amatilah sel epidermis dengan mikroskop.
Beri setetes larutan yodium untuk mewarnai sel dengan menggunakan teknik pengairan. (teteskan sedikit yodium pada bagian tepi kaca penutup, lalu buang kelebihannya dengan tisu)
Gambar dan beri warna bagian–bagian sel seperti dinding sel, membran sel, sitoplasma, nukleus, dan vakuola sel!
Bagaimanakah bentuk dan warna sel epidermis bawang merah yang sedang kalian amati?
Organel apa saja yang dapat diamati pada sel epidermis bawang merah dalam pengamatan ini?
Hasil pengamatan
Bergantung pada cara kerja, kualitas dan kondisi mikroskop, serta teknik pewarnaannya, hasil pengamatan sel-sel epidermis bawang merah kira-kira seperti screenshot di bawah ini.
Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan yodium pada perbesaran 100x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain di dalam sel tidak tampak dengan perbesaran ini, atau hanya dengan pewarnaan yodium.
Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan metilen blue pada perbesaran 400x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain di dalam sel yang masih mungkin tampak adalah vakuola. Organel sel lain tidak tampak hanya dengan pewarnaan ini.
Epidermis bawang merah tanpa pewarnaan pada perbesaran 100x. Organel sel dan inti tidak tampak tanpa pewarnaan.
Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan metilen blue pada perbesaran 450x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain yang masih mungkin tampak adalah vakuola.

Tujuan Penelitian
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase
Dasar Teori
Fungsi enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Bila tidak segera diuraikan, senyawa ini akan bersifat toksik dan dapat merusak sel.
Alat dan Bahan
·         Tabung reaksi + rak
·         Pipet tetes
·         Pembakar spiritus
·         mortar
·         Kaki tiga dan kaca
·         Lidi dan korek api
·         es batu
·         Ekstrak hati (enzim katalase)
·         Hidrogen Peroksida (H2O2)
·         HCl
·         NaOH
Cara Kerja
Haluskan hati dengan mortar lalu tambahkan sedikit air
Mengambil ekstrak hati dan tuangkan ke dalam tabung reaksi.
Teteskan larutan H2O2 dan secepatnya tutuplah ujung tabung reaksi dengan menggunakan ibu jari, sambil mengocoknya dengan pelan.
Amatilah dan catat apa yang terjadi.
Siapkan sebuah lidi yang membara, lepaskan ibu jari dan secepatnya masukkan lidi yang membara ke dalam tabung reaksi.
Amatilah dan catat apa yang terjadi.
Lakukan langkah 1 – 6 masing-masing dengan:
penambahan HCL
penambahan NaOH
memanaskan ekstrak hati lebih dulu sebelum ditambah H2O2
menambahkan es batu lebih dulu sebelum ditambah H2O2
Catat hasil pengamatanmu dalam bentuk tabel
Hasil Pengamatan
Misalnya hasil pengamatan kamu seperti ini

Berdasar tabel pengamatan di atas dapat ditarik beberapa konsep sebagai berikut:

Gelembung yang muncul adalah gelembung oksigen, berdasarkan reaksi
2H2O2 -----> 2H2O + O2 dengan bantuan enzim katalase
Gelembung oksigen ini banyak dihasilkan jika dalam percobaan menggunakan ekstrak hati, artinya sel-sel hati banyak mengandung enzim katalase karena hati bertanggungjawab utama terhadap proses detoksifikasi (menetralkan racun). Percobaan lain dengan membandingkan ekstrak bahan lain misalnya kentang, wortel, atau jantung juga menghasilkan gelembung berarti bahan-bahan tersebut juga mengandung enzim katalase. Tetapi kadar tertinggi tetap ekstrak hati.
Pada perlakuan lain dengan penambahan NaOH, HCl, dipanaskan, dan diberi es batu, ternyata jumlah gelembung sangat berkurang. Ini sesuai dengan sifat kerja enzim, bahwa enzim bekerja pada pH tertentu dan bekerja pada suhu tertentu.

Perlakuan normal (kontrol) menghasilkan banyak gelembung, berarti enzim katalase bekerja pada suhu normal dalam suasana netral.


  1. Tujuan Penelitian
Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase dan hasil penguraiannya.
  1. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh NaOH, HCl dan suhu terhadap kerja enzim?
  1. Batasan Masalah
Kami hanya membahas dan menganalisa hasil percobaan yang telah kami lakukan.
  1. Hipotesis
Karena enzim katalase terbentuk atas senyawa protein, maka enzim ini juga memiliki ciri – ciri yang sama dengan protein. Kerja enzim akan sangat dipengaruhi oleh suhu dan derajat keasaman lingkungannya.
  1. Variabel:
a.       Variabel  terikat    : Banyak gelembung dan nyala bara api
b.      Variabel bebas       : NaOH, HCl, dan suhu
c.       Variabel control    : H2O2 dan ektrak hati ayam

A.          Pengertian Enzim
Menurut Syamsuri metabolisme sangat bergantung pada enzim.Enzim berperan sebagai pemercepat reaksi metabolisme di dalam tubuh mahkluk hidup, tetapi enzim tidak ikut bereaksi.
B.         Struktur Enzim
Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam – asam amino. Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya.akan tetapi,hanya daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substrat, yaitu bagian yang disebut dengan sisi aktif (active side).
Secara kimia, enzim yang lengkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagain bukan protein.
1.     Bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam – asam amino.Bagian protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman.
2.     Bagian bukan protein yang disebut gugus protetik, yaitu gugusan yang aktif.Gugus prostetik yang berasal dari molekul non organik disebut kofaktor, misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa – senyawa kompleks disebut konenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin, riboflavin, asam pantotenat, niasin, piridoksin, biotin, asam folat, dan kobalamin.
C.         Ciri – Ciri Enzim
1.     Biokatalisator : enzim hanya dihasilkan oleh sel-sel mahkluk hidup yang digunakan untuk mempercepat proses reaksi.
2.     Protein : sifat-sifat enzim sama dengan protein yaitu dapat rusak pada suhu yang tinggi dan dipengaruhi pH.
3.     Bekerja Secara Khusus : enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, tidak dapat mempengaruhi raeksi lainnya. Zat yang terpengaruhi oleh enzim tersebut substrat.Substrat adalah zat yang bereaksi. Oleh karena macam zat yang bereaksi di dalam sel sangat banyak, maka macam enzim pun banyak.
4.     Dapat Digunakan Berulang Kali: dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali selama enzim itu tidak rusak.
5.     Rusak Oleh Panas : enzim rusak oleh panas karena merupakan suatu protein . Rusaknya enzim oleh panas disebut denaturasi jika telah rusak enzim tidak dapat bekerja lagi.
6.     Tidak Ikut Bereaksi : enzim hanya diperlukan untuk mempercepat reaksi namun tidak ikut bereaksi.

7.     Bekerja Dapat Balik : suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa-senyawa itu menjadi senyawa semula.

D.         Cara Kerja Enzim
1.     Teori Gembok - Anak Kunci
Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja.Bentuk substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok cocok dengan anak kuncinya.Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Substrat yang mempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan dan membentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini tidak stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya.Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama.
2.     Teori Induced Fit
Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung karena adanya induksi molekul substrat terhadap molekul enzim.Menurut teori ini, sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat. Ketika substrat akan terinduksi dan kemudian mengubah bentuknya sedikit sehingga mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok menjadi cocok (fit). Kemidian terjadi pengikatan substrat oleh enzim, yang selanjutnya substrat diubah menjadi produk.Produk kemudian dilepaskan dan enzim kembali pada keadaan semula, siap untuk mengikat substrat baru.


  1. Metode Penelitian
Metode yang kami pergunakan dalam meguji cara kerja enzim katalase adalah metode eksperimen.
  1. Tempat Penelitian
Kami melakukan percobaan ini di Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Kota Mungkid.
  1. Waktu Penelitian
Percobaan dilaksankan pada pukul 12.00 WIB hari Kamis, 12 September 2013.
  1. Alat dan Bahan
1.      Rak dan 5 tabung reaksi
2.      Pipet tetes
3.      Pembakar spiritus
4.      Lidi dan korek api
5.      Hati Ayam
6.      Larutan HCL 5%
7.      Larutan NaOH 5%
8.      Larutan H2O2 25%
9.      Es batu
10.  Kaki 3
11.  3 gelas kimia
12.  Pisau / cuter / silet
  1. Langkah Kerja
1.      Menyiapkan tabung reaksi A, B, C, D, dan E.
2.      Mencincang hati ayam dengan pisau / cuter / silet sehingga menjadi potongan kecil-kecil kemudian menambahkan beberapa tetes air agar mudah dimasukkan ke dalam tabung.
3.      Mengisi tabung reaksi masing-masing tabung A, B, C, D, dan E dengan cincangan hati ayam hingga ketinggian 1,5 cm.
4.      Mendinginkan lebih dahulu hati ayam pada tabung E pada es batu.
5.      Memanaskan lebih dahulu hati ayam pada tabung Dpada air mendidih kemudian di dinginkan.

6.      Melakukan urutan langkah pengujian sebagai berikut:

a.       Tabung A + 6 tetes H2O2 dan segera menutupnya dengan ibu jari kanan dan mengamati kemunculan gelembung gas. Membuka dengan segera ibu jari dan melakukan uji nyala api dengan memasukkan bara lidi api dalam tabung.
b.      Tabung B + 10 tetes NaOH baru kemudian + 6 tetes H2O2 dan segera menutupnya dengan ibu jari kanan kemudian mengamati kemunculan gelembungg gas, Membuka dengan segera ibu jari dan melakukan uji nyala api dengan memasukkan bara lidi api dalam tabung.
c.       Tabung C + 10 tetes HCl  + 6 tetes H2O2 dan segera menutupnya dengan ibu jari kanan kemudian mengamati kemunculan gelembungg gas. Membuka dengan segera ibu jari dan melakukan uji nyala api dengan memasukkan bara lidi api dalam tabung.
d.      Tabung D + 6 tetes H2O2 dan segera menutupnya dengan ibu jari kanan dan mengamati kemunculan gelembung gas. Membuka dengan segera ibu jari dan melakukan uji nyala api dengan memasukkan bara lidi api dalam tabung.
e.       Tabung E + 6 tetes H2O2 dan segera menutupnya dengan ibu jari kanan dan mengamati kemunculan gelembung gas. Membuka dengan segera ibu jari dan melakukan uji nyala api dengan memasukkan bara lidi api dalam tabung.
7.      Mengisikan hasil percobaan pada tabel pengamatan

Tabel Pengamatan
Ektrak hati + H2O2
Nyala Api
Nyala terang
Nyala terang

Keterangan :
+ + +         = banyak gelembung
+ +             = gelembungnya sedang
+                = sedikit gelembung
-                 = tidak ada gelembung


Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu.Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :
2H2O2         2H2O + O2
Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan.Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan hati ayam.Hati ayam digunakan karena banyak mengandung enzim katalase. Yang terjadi pada ekstrak saat diberi perlakuan adalah sebagai berikut :
  1. Ekstrak ditambah H2O2 (hidrogen peroksida)
Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak.Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air), sedangkan pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O2).
  1. Ekstrak ditambah NaOH dan H2O2
Penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa.  Kemudian ditambah H2O2 ternyata terbentuk gelembung  udara yang sedang, saat bara api dimasukkan ke dalamnya nyala api redup. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi terlalu basa.
  1. Ekstrak ditambah HCl dan H2O2
Pertambahan HCl disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam.  Kemudian ditambah H2O2 ternyata tidak terbentuk gelembung udara ketika dimasukkan bara api ke dalamnya juga tidak terjadi nyala api. Hal ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dalam kondisi terlalu asam.
  1. Ekstrak dididihkan kemudian ditambah H2O2
Ekstrak yang dididihkan kemudian ditambah H2O2, ternyata timbul gelembung udara yang sangat sedikit dan saat bara api dimasukkan  ke dalamnya juga tidak timbul nyala api. Hal ini disebabkan karena protein di dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.
  1. Ekstrak dimasukkan kedalam Es di tambah H2O2
Ekstrak yang dimasukkan kedalam es kemudian ditambah H2O2, ternyata menimbulkan gelembung udara sangat banyak saat bara api di masukkan ke dalamnya, dan juga menimbulkan nyala api terang.

  1. Kesimpulan
Enzim katalase bekerja dengan menguraikan H2O2 menjadi air (H2O) dan Oksigen (O2). Enzim katalase akan rusak apabila bekerja pada suhu diatas 500C, dan pada kondisi asam maupun basa.
  1. Saran
1.      Dibutuhkan waktu yang lebih lama, dan waktu yang khusus (diluar jam pelajaran) untuk melakukan percobaan ini agar kami lebih teliti dan intensif dalam menguji faktor yang mempengaruhi kerja enzim.
2.      Dibutuhkan alat – alat yang lebih lengkap agar data hasil percobaan kami lebih akurat.

  1. Bagaimanakah sifat H2O2?
H2O2 besifat korosif dan sangat berbahaya bagi tubuh karena mengandung bahan-bahan anorganik yang tidak dibutukan bagi tubuh.
  1. Mengapa pada percobaan ini menggunakan hati?
Karena hati adalah organ tubuh yang banyak mengandung enzim katalase yang dapat nengubah H2O2 menjadi 2 H2O dan O2 yang tidak berbahaya bagi tubuh.
  1. Apa yang anda ketahui tentang katalase, dimanakah dibuat dalam sel?
Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu.Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.Enzim katalase dihasilkan di bagian mikro tepatnya peroksisom.
  1. Gelembung gas apakah yang terbentuk? tuliskan reaksi penguraiannya!
Gelembung gas yang terbentuk adalah gelembung hydrogen.Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi.Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaks ielektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagaiberikut.
HCl(aq)      H+(aq)+Cl-(aq)
Reaksireduksi:2H+(aq)+2e- H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) Cl2(g) + 2e-
  1. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase!
a.       Konsentrasi enzim
Seperti pada katalis lain, kecepatan suatu reaksi yang menggunakan enzim tergantung pada konsentrasi enzim tersebut. Pada suatu konsentrasi substrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim.
b.      Konsentrasi Substrat
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi.
Untuk dapat terjadi kompleks enzim substrat, diperlukan adanya kontak antara enzim dengan substrat.Kontak ini terjadi pada suatu tempat atau bagian enzim yang disebut bagian aktif.Pada konsentrasi substrat rendah, bagian aktif enzim ini hanya menampung sedikit substrat.Bila konsentrasi substrat diperbesar, makin banyak substrat yang dapat berhubungan dengan enzim pada bagian aktif tersebut.Dengan demikian, konsentrasi kompleks enzim substrat makin besar dan hal ini menyebabkan makin besarnya kecepatan reaksi.Namun dalam keadaan ini, bertambah besarnya konsentrasi susbstrat tidak menyebabkan bertambah besarnya konsentrasi kompleks enzim substrat, sehingga jumlah hasil reaksinya pun tidak bertambah besar.
c.       Suhu
Oleh karena reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh suhu, maka reaksi yang menggunakan katalis enzim dapat dipengaruhi oleh suhu.Pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung lambat, sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat. Disamping itu, karena enzim itu adalah suatu protein, maka kenaikan suhu dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi proses denaturasi, maka bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan menurun.
Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan kecepatan reaksi.
Peningkatan suhu meningkatkan reaksi enzim yang terkatalisis dan yang tidak terkatalisis dengan cara meningkatkan energi kinetic dan frekuensi tubrukan dari besarnya molekul. Bagaimanapun energy panas dapat meningkatkan energy kinetic dari enzim ke titik yang mana kelebihan energy pelindung untuk dapat mengganggu interaksi non-kovalen yang berfungsi mengatur struktur tiga dimensi dari enzim.Cincin polipeptida kemudian mulai terbuka atau terdenaturasi, yang disertai dengan pengurangan kecepatan dari aktivitas katalisis.Pada temperatur tertentu sebuah enzim berada dalam keadaan stabil, konformasi, kompetensor katalisis tergantung suhu normal sel, yang mana enzim itu berada.Enzim pada umumnya stabil pada temperatur 45-55oC.Sebaliknya, enzim pada mikroorganisme termofilik yang berada pada sumber mata air panas gunung berapi, atau pada lubang hidrotermal bawah laut dapat stabil pada suhu kurang lebih 100oC.

d.      Pengaruh Ph
Seperti protein pada umumnya, struktur ion enzim tergantung pada pH lingkungannya.Enzim dapat berbentuk ion positif, ion negatif, atau ion bermuatan ganda. Dengan demikian perubahan pH lingkungan akan berpengaruh terhadap efektivitas bagian aktif enzim dalam membentuk kompleks enzim substrat. Disamping pengaruh terhadap struktur ion pada enzim, pH rendah, atau pH tinggi dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan ini akan mengakibatkan menurunnya aktifitas enzim. Terdapat suatu nilai pH tertentu atau daerah pH yang dapat menyebabkan kecepatan reaksi paling tinggi.pH tersebut dinamakan pH optimum.

e.       Pengaruh Inhibator
1.      Hambatan Reversibel
Molekul atau ion yang dapat menghambat reaksi dinamakan inhibitor.Hambatan terhadap aktivitas enzim dalam suatu reaksi kimia mempunyai arti yang penting, karena hambatan tersebut merupakan mekanisme pengaturan reaksi-reaksi yang terjadi pada tubuh.Disamping itu hambatan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang mekanisme kerja enzim.Hambatan reversible dapat berupa hambatan bersaing atau hambatan tidak bersaing.

  1. Hambatan bersaing
Disebabkan karena adanya molekul yang mirip dengan substrat, yang dapat pula membentuk kompleks, yaitu kompleks enzim inhibitor. Pembentukan kompleks enzim inhibitor ini sama dengan pembentukan kompleks enzim substrat,
yaitu melalui penggabungan inhibitor dengan enzim pada bagian aktif enzim. Dengan demikian terjadi persaingan antara inhibitor dengan substrat terhadap bagian aktif enzim.Inhibitor yang menyebabkan hambatan bersaing disebut inhibitor bersaing. Inhibitor bersaing menghalangi terbentuknya kompleks enzim substrat dengan cara membentuk kompleks enzim inhibitor yang tidak dapat membentuk hasil reaksi P. Dengan demikian adanya inhibitor bersaing dapat mengurangi peluang bagi terbentuknya kompleks enzim substrat dan hal ini menyebabkan berkurangnya kecepatan reaksi.

  1. Hambatan tidak bersaing
Tidak dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi substrat dan inhibitor yang melakukannya disebut inhibitor tidak bersaing.Dalam hal ini inhibitor dapat bergabung dengan enzim pada suatu bagian enzim diluar bagian aktif.
Penggabungan antara inhibitor dengan enzim ini terjadi pada enzim bebas, atau pada enzim yang telah mengikat substrat yaitu kompleks enzim substrat.

2.      Hambatan Irreversibel
Hambatan irreversible ini dapat terjadi karena inhibitor bereaksi tidak reversible dengan bagian tertentu pada enzim, sehingga mengakibatkan berubahnya bentuk enzim.Dengan demikian mengurangi aktivitas katalitik enzim tersebut.
a.       Konsentrasi Ion Hidrogen
Kecepatan dari hampir semua reaksi enzim yang terkatalisis menunjukkan ketergantungan yang signifikan dari konsentrasi ion hydrogen.Kebanyakan enzim intraseluler menunjukkan aktivitas optimal pada nilai pH 5 dan 9.Hubungan dari aktivitas konsentrasi ion H menunjukkan keseimbangan antara denaturasi enzim pada pH yang tinggi dan rendah serta efek pada enzim, substrat, atau keduanya.
b.      Ion Logam
Ion-ion logam, yang menjalankan peranan katalitik dan structural pada lebih seperempat dari semua enzim yang dikenal dapat pula mengisi peranan pengatur, khususnya bagi reaksi dimana ATP merupakan substrat. Kalau kompleks ATP ion logam tersebut merupakan substrat, aktifitas maksimal secara khas akan terlihat pada rasio molar ATP terhadap logam di sekitar satu. Kelebihan logam atau kelebihan ATP merupakan hambatan karena senyawa-senyawa nukleosida di– dan trifosfat membentuk kompleks yang stabil dengan kation-kation dwi-valensi, konsentrasi intraseluler nukleotida dapat mempengaruhi konsentrasi intraseluler ion-ion logam bebas dan dengan demikian mempengaruhi pula aktivitas enzim-enzim tertentu.
c.       Efektor Alosterik
Aktivitas katalitik enzim-enzim pengatur tertentu diatur oleh efektor alosterik berbobot molekul rendah yang umumnya tanpa atau mempunyai sedikit kemiripan structural dengan substrat ataupun koenzim bagi enzim yang diatur itu.Inhibisi umpan balik merupakan istilah yang mengacu pada penghambatan aktivitas suatu enzim dalam lintasan biosintesis oleh produk akhir dari lintasan terakhir.



Total Tayangan Laman