Rabu, 23 Juli 2014

PILIHAN

Memang kita hidup di dunia di berikan banyak pilihan oleh Tuhan.
Tergantung kita sebagai subjek pemilihnya.
Sekarang aku di hadapkan pilihan antara keluarga dan orang yg akan menjadi bgn terpenting dalam hidupku (pasangan).

Dulu  memang aku memilih 100% pasangan. Tapi ketika pasanganku membuat hatiku terluka dan kecewa kini hanya ada 1 ksmpatan untukmu,karena ini kesempatan kedua untukmu.
Sebelum aku membuat keputusan ini aku sudah mempertimbangkan resiko ke depannya.
Tapi apa salahnya, karena diriku sendiri yang merasakannya.
Sebelum memilih kamu, aku pun melihat sikap+perilaku kamu terhadapku. Aku menerima kamu kembali karena engkau mau menjadi yang aku inginkan.
Aku memilih kamu karena kini engkau benar-benar menyayangiku setulus hati, dan engkau juga baik terhadap keluargaku.
Bahkan aku takut. Aku heran. Aku termenung. Aku bertanya.
Aku takut kamu seperti ini karena engkau merasa bersalah terhadapku.

Apakah ini dirimu yang sesungguhnya?aku belum mendapatkan jawaban yg nyata 100% .
Memang jujur aku menyayangi dirimu tapi kamu sendiri pasti tahu isi hatiku. Aku bisa lebih2 memiliki perasaan seperti kamu bhkan seperti dlu jika kamu sudah bisa mnjadi yg seperti aku inginkan.

Aku gak suka ya kalo kamu egois.
Aku gak suka ya kamu tempramen+suka marah2.
Aku gak suka kamu ngatur2 ini itu. Tapi kamu sendiri yang ngelakuinnya
Aku sudah memberi tahu apa2 yang aku tdak suka bahkan apa yang tidak akan aku maafkan.

Kini aku kembali kepadamu. Sepertinya ini...
Apabila ini belum menjadi kenyataan alias mimpi . Aku berharap ini menjadi kenyataan untuk selamanya.

Semoga kamu menjadi apa yang aku inginkan. Terima kasih sayang untuk hub 1 bulan lebih ini. Selama kurun waktu ini engkau membuatku nyaman di dekatmu. Tetaplah menjadi yang seperti ini dan menjadi lebih baik lagi .

Always Love LUKMAN FAUZAN.

A

AYAH

Ayah, aku teringat sewaktu kecil diriku selalu engkau manjakan
Engkau mengajakku berkeliling memakai motor
Engkau mengajakku bermain-main ke alun-alun
Selalu mengapingku, tiap pagi mengajakku untuk sarapan bubur di pasar
Aku ingat setiap hari engkau mengajak jalan-jalan
Ketika aku berumur 4 tahun aku diajarkan bersepeda mini
Ketika aku duduk di bangku SD tepatnya kelas 4 ,diajarkanlah aku bersepeda motor
Di situlah engkau begitu sabar mengajarkanku dengan caramu sendiri.
Ketika aku menginjak remaja engkau membimbingku
Engkau selalu mengajakku bersilaturahmi ke teman-temannya
Seru banget, kadang ke jawa atau k daerah barat hehe
Engkau yang mengajarkanku mempunyai prinsip hidup seperti ini. Ini didikannmu. Engkau motivasi hidupku.
Keinginanmu sudah tercapai yah, terima kasih ayah. Terima kasih engkau sudah mendidikku seperti sekarang ini.
Aku tak akan lagi mengecewakanmu. Pesanmu akan ku laksanakan. Prinsip hidupmu kini akan menjadi prinsip hidupku.
Sekali lagi Terima Kasih banyak ayah .
Kami disini selalu mendoakanmu. Love my father Agus Bastaman.

Total Tayangan Laman

Pengikut

Kesehatan