Rabu, 15 Januari 2014

NASIONALISME DI KAWASAN ASIA AFRIKA

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.

Demikian juga ketika kita berbicara tentang nasionalisme. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme bukanlah suatu pengertian yang sempit bahkan mungkin masih lebih kaya lagi pada zaman ini. Ciri-ciri nasionalisme di atas dapat ditangkap dalam beberapa definisi nasionalisme sebagai berikut :
1.      Nasionalisme ialah cinta pada tanah air, ras, bahasa atau sejarah budaya bersama.
2.      Nasionalisme ialah suatu keinginan akan kemerdekaan politik, keselamatan dan prestise bangsa.
3.      Nasionalisme ialah suatu kebaktian mistis terhadap organisme sosial yang kabur, kadang-kadang bahkan adikodrati yang disebut sebagai bangsa atau Volk yang kesatuannya lebih unggul daripada bagian-bagiannya.
4.      Nasionalisme adalah dogma yang mengajarkan bahwa individu hanya hidup untuk bangsa dan bangsa demi bangsa itu sendiri.

NASIONALISME INDONESIA

Nasionalisme Indonesia adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Sejak abad 19 dan abad 20 muncul benih-benih nasionalisme pada bangsa Asia Afrika khususnya Indonesia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya nasionalisme :

a.       Faktor dari dalam (internal)


1.      Kenangan kejayaan masa lampau
Bangsa-bangsa Asia dan Afrika sudah pernah mengalami masa kejayaan sebelum masuk dan berkembangnya imperialisme dan kolonialisme barat. Bangsa India, Indonesia, Mesir, dan Persia pernah mengalami masa kejayaan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Kejayaan masa lampau mendorong semangat untuk melepaskan diri dari penjajahan. Bagi Indonesia kenangan kejayaan masa lampau tampak dengan adanya kenangan akan kejayaan pada masa kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Dimana pada masa Majapahit, mereka mampu menguasai daerah seluruh Nusantara, sedangkan masa Sriwijaya mampu berkuasa di lautan karena maritimnya yang kuat.

2.      Bersatunya negara-negara Asia dan Afrika sejak zaman dahulu kala
Faktor yang mendorong rasa nasionalisme bangsa Asia bukanlah akibat penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa terhadap bangsa Asia, Afrika, melainkan rasa persatuan itu sudah dimiliki sejak zaman dahulu kala terutama sesama ras, ataupun kerjasama perdagangan yang telah saling melengkapi antara suku produsen benda yang berlainan (sehingga terjadi pertukaran tanpa adanya keserakahan seperti yang dilakukan bangsa barat). Mereka saling menghormati dan menjaga. Namun kedatangan bangsa barat yang menjajah mengakibatkan mereka hidup miskin dan menderita sehingga mereka ingin menentang imperialisme barat.

3.      Munculnya golongan cendekiawan
Perkembangan pendidikan menyebabkan munculnya golongan cendekiawan baik hasil dari pendidikan barat maupun pendidikan Indonesia sendiri. Mereka menjadi penggerak dan pemimpin munculnya organisasi pergerakan nasional Indonesia yang selanjutnya berjuang untuk melawan penjajahan.

4.      Paham nasionalis yang berkembang dalam bidang politik, sosial ekonomi, dan kebudayaan
a.      Dalam bidang politik, tampak dengan upaya gerakan nasionalis menyuarakan aspirasi masyarakat pribumi yang telah hidup dalam penindasan dan penyelewengan hak asasi manusia. Mereka ingin menghancurkan kekuasaan asing/kolonial dari Indonesia.
b.      Dalam bidang ekonomi, tampak dengan adanya usaha penghapusan eksploitasi ekonomi asing. Tujuannya untuk membentuk masyarakat yang bebas dari kesengsaraan dan kemelaratan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia.
c.       Dalam bidang budaya, tampak dengan upaya untuk melindungi, memperbaiki dan mengembalikan budaya bangsa Indonesia yang hampir punah karena masuknya budaya asing di Indonesia. Para nasionalis berusaha untuk memperhatikan dan menjaga serta menumbuhkan kebudayaan asli bangsa Indonesia.

b.      Faktor dari luar (eksternal)

1.      Kemenangan Jepang atas Rusia (1905)
Pada tahun 1904-1905 Jepang melawan Rusia dan tentara Jepang berhasil mengalahkan Rusia. Hal ini dikarenakan, modernisasi yang dilakukan Jepang yang telah membawa kemajuan pesat dalam berbagai bidang bahkan dalam bidang militer. Awalnya dengan kekuatan yang dimiliki tersebut Jepang mampu melawan Korea tetapi kemudian dia melanjutkan ke Manchuria dan beberapa daerah di Rusia. Keberhasilan Jepang melawan Rusia inilah yang mendorong lahirnya semangat bangsa-bangsa Asia Afrika mulai bangkit melawan bangsa asing di negerinya.




2.      Perkembangan Nasionalisme di Berbagai Negara
a.      Pergerakan Kebangsaan India
India untuk menghadapi Inggris membentuk organisasi kebangsaan dengan nama ”All India National Congres”. Tokohnya, Mahatma Gandhi, Pandit Jawaharlal Nehru, B.G. Tilak, dsb. Mahatma Gandhi memiliki dasar perjuangan :
1.      Ahimsa (dilarang membunuh) yaitu gerakan anti peperangan.
2.      Hartal, merupakan gerakan dalam bentuk asli tanpa berbuat apapun walaupun mereka masuk kantor atau pabrik.
3.      Satyagraha, merupakan gerakan rakyat India untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Inggris.
4.      Swadesi, merupakan gerakan rakyat India untuk memakai barang-barang buatan negeri sendiri.
Selain itu adanya pendidikan Santiniketan oleh Rabindranath Tagore.

b.      Gerakan Kebangsaan Filipina
Digerakkan oleh Jose Rizal dengan tujuan untuk mengusir penjajah bangsa Spanyol di wilayah Filipina. Novel yang dikarangnya berupaNoli Me Tangere (Jangan Sentuh Aku). Jose ditangkap tanggal 30 September 1896 dijatuhi hukuman mati. Akhirnya dilanjutkan Emilio Aquinaldo yang berhasil memproklamasikan kemerdekaan Filipina tanggal 12 Juni 1898 tetapi Amerika Serikat berhasil menguasai Filipina dari kemerdekaan baru diberikan Amerika Serikat pada 4 Juli 1946.

c.       Gerakan Nasionalis Rakyat Cina
Gerakan ini dipimpin oleh Dr. Sun Yat Sen, yang mengadakan pembaharuan dalam segala sektor kehidupan bangsa Cina. Dia menentang kekuasaan Dinasti Mandsyu. Dasar gerakan San Min Chu I: 1. Republik Cina adalah suatu negara nasional Cina 2. Pemerintah Cina disusun atas dasar demokrasi (kedaulatan berada di tanggan rakyat) 3. Pemerintah Cina mengutamakan kesejahteraan sosial bagi rakyatnya.
Apa yang dilakukan oleh Dr. Sun Yat Sen sangat besar pengaruhnya terhadap pergerakan rakyat Indonesia. Terlebih lagi setelah terbentuknya Republik Nasionalis Cina (1911)

d.      Pergerakan Turki Muda (1908)
Dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha menuntut pembaharuan dan modernisasi di segala sektor kehidupan masyarakatnya. Ia ingin agar dapat menumbangkan Khilafah (Negeri Islam)dengan faham racun (nasionalisme dan sekulerisme). Mustafa Kemal merupakan agen Inggris (Negeri Penjajah). Gerakan Turki Muda ini banyak mempengaruhi munculnya pergerakan nasional di Indonesia.


e.       Pergerakan Nasionalisme Mesir
Dipimpin oleh Arabi Pasha (1881-1882) dengan tujuan menentang kekuasaan bangsa Eropa terutama Inggris atas negeri Mesir. Adanya pandangan modern dari Mesir yang dikemukakan oleh Muhammad Abduh mempengaruhi berdirinya organisasi-organisasi keagamaan di Indonesia seperti Muhammaddiyah.
Intinya dengan gerakan kebangsaan dari berbagai negara tersebut mendorong negara-negara lain termasuk Indonesia untuk melakukan hal yang sama yaitu melawan penjajahan dan kolonialisme di negaranya.

3.      Munculnya Paham-paham baru
Mundulnya paham-paham baru di luar negeri seperti nasionalisme, liberalism, sosialisme, demokrasi dan panislamisme juga menjadi dasar berkembangnya paham-paham yang serupa di Indonesia. Perkembangan paham-paham itu terlihat pada penggunaan ideologi-ideologi (paham) pada organisasi pergerakan nasional yang ada di Indonesia.

a.      Tumbuhnya Nasionalisme di Indonesia

Karena adanya faktor pendukung diatas maka di Indonesiapun mulai muncul semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme ini digunakan sebagai ideologi/paham bagi organisasi pergerakan nasional yang ada. Ideologi Nasional di Indonesia diperkenalkan olehPartai Nasional Indonesia (PNI) yang diketuai oleh Ir. Soekarno. PNI bertujuan untuk memperjuangkan kehidupan bangsa Indonesia yang bebas dari penjajahan. Sedangkan cita-citanya adalah mencapai Indonesia merdeka dan berdaulat, serta mengusir penjajahan pemerintahan Belanda di Indonesia. Dengan Nasionalisme dijadikan sebagai ideologi maka akan menunjukkan bahwa suatu bangsa memiliki kesamaan budaya, bahasa, wilayah serta tujuan dan cita-cita. Sehingga akan merasakan adanya sebuah kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsa tersebut.

b.      Perkembangan Nasionalisme di Indonesia

Sebagai upaya menumbuhkan rasa nasionalisme di Indonesia diawali dengan pembentukan identitas nasional yaitu dengan adanya penggunaan istilah “Indonesia” untuk menyebut negara kita ini. Dimana selanjutnya istilah Indonesia dipandang sebagai identitas nasional, lambang perjuangan bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan. Kata yang mampu mempersatukan bangsa dalam melakukan perjuangan dan pergerakan melawan penjajahan, sehingga segala bentuk perjuangan dilakukan demi kepentingan Indonesia bukan atas nama daerah lagi. Istilah Indonesia mulai digunakan sejak :
1.      J.R. Logan menggunakan istilah Indonesia untuk menyebut penduduk dan kepulauan nusantara dalam tulisannya pada tahun1850.
2.      Earl G. Windsor dalam tulisannya di media milik J.R. Logan tahun 1850 menyebut penduduk nusantara dengan Indonesia.
3.      Serta tokoh-tokoh yang mempopulerkan istilah Indonesia di dunia internasional.
4.      Istilah Indonesia dijadikan pula nama organisasi mahasiswa di negara Belanda yang awalnya bernama Indische Vereningingmenjadi Perhimpunan Indonesia.
5.      Nama majalah Hindia Putra menjadi Indonesia Merdeka
6.      Istilah Indonesia semakin populer sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Melalui Sumpah Pemuda kata Indonesia dijadikan sebagai identitas kebangsaan yang diakui oleh setiap suku bangsa, organisasi-organisasi pergerakan yang ada di Indonesia maupun yang di luar wilayah Indonesia.
7.      Kata Indonesia dikukuhkan kembali dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

3.      Peranan Nasionalisme di Indonesia
Perkembangan nasionalisme yang mengarah pada upaya untuk melakukan pergerakan nasional guna seakan melawan penjajah tidak bisa lepas dari peran berbagai golongan yang ada dalam masyarakat, seperti golongan terpelajar/kaum cendekiawan, golongan profesional, dan golongan pers.
a.      Golongan Terpelajar
Golongan terpelajar dalam masyarakat Indonesia saat itu termasuk dalam kelompok elite sebab masih sedikit penduduk pribumi yang dapat memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh pendidikan merupakan sebuah kesempatan yang istimewa bagi rakyat Indonesia. Mereka memperoleh pendidikan melalui sekolah-sekolah yang didirikan kolonial yang dirasa memiliki kualitas baik. Dengan pendidikan model barat yang mereka miliki, golongan terpelajar dipandang sebagai orang yang memiliki pandangan yang luas sehingga tidak sekedar dikenal saja tetapi mereka dianggap memiliki kepekaan yang tinggi. Sebab selain memperoleh pelajaran di kelas mereka akan membentuk kelompok kecil untuk saling bertukar ide menyatakan pemikiran mereka mengenai negara Indonesia melalui diskusi bersama. Meskipun mereka berasal dari daerah yang berbeda tetapi mereka merasa senasip sepenanggunagan untuk mengatasi bersama adanya penjajahan, kapitalisme, kemerosotan moral, peneterasi budaya, dan kemiskinan rakyat Indonesia. Hingga akhirnya mereka membentuk perkumpulan yang selanjutnya menjadi Oragnisasi Pergerakan Nasional. Mereka membentu organisasi-organisasi modern yang berwawasan nasional. Mereka berusaha menanamkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, menanamkan rasa nasionalisme, menanamkan semangat untuk memprioritaskan segalanya demi kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi melalui organisadi tersebut. Selanjutnya melalui organisasi pergerakan nasional tersebut mereka melakukan gerakan untuk melawan penjajahan yang selanjutnya membawa Indonesia pada kemerdekaan.

Jadi Golongan terpelajar memiliki peran yang besar bagi Indonesia meskipun keberadaannya sangat terbatas (minoritas) tetapi golongan terpelajar inilah yang menjadi pelopor pergerakan nasional Indonesia hingga akhirnya kita berjuangan melawan penjajah dan memperoleh kemerdekaan.

b.      Golongan Profesional
Golongan profesional merupakan mereka yang memiliki profesi tertentu seperti guru, dan dokter. Keanggotaan golongan ini hanya terbatas pada orang seprofesinya.  Golongan profesional ini lebih banyak ada dan mengembangkan profesinya didaerah perkotaan. Golongan profesional pada masa kolonial memiliki hubungan yang dekat dengan rakyat, sehingga mereka dapat mengetahui keberadaan rakyat Indonesia pada saat itu. Sehingga golongan ini dapat menggerakkan kekuatan rakyat untuk menentang kekuasaan pemerintah kolonial Belanda.
1.      Peran Guru
a.       Guru merupakan ujung tombak perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya dan berjuang memajukan bangsa Indonesia dari keterbelakangan.
b.      Guru memberikan pendidikan dan pengajaran kepada generasi penerus bangsa melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada baik itu sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial maupun sekolah yang didirikan oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia.
c.       Melalui pendidikan tersebut guru dapat menanamkan rasa kebangsaan/ rasa nasionalisme yang tinggi. Sehingga anak-anak kaum pribumi dapat menyadari dan tekanan dari pemerintah kolonial Belanda.
d.      Guru telah membangun dan membangkitkan kesadaran nasional bangsa Indonesia.
e.       Guru telah mendidik dan melahirkan tokoh-tokoh pejuang yang dapat diandalkan dalam memperjuangkan kebebasan bangsa Indonesia dari cengkeraman kaum penjajah.
f.       Orang-orang pribumi mulai menghimpun kekuatan dan berjuang melalui organisasi-organisasi modern yang didirikannya. Organisasi-organisasi perjuangan yang didirikan oleh kaum terpelajar bangsa Indonesia dijadikan sebagai wadah perjuangan di dalam menentukan langkah-langkah untuk mengusir pemerintah kolonial Belanda dan berupaya membebaskan bangsa dari segala bentuk penjajahan asing.
Bagi guru tempat perjuangan mereka adalah lembaga-lembaga pendidikan yang ada, di sekolah tersebut guru membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya.
Contoh lembaga pendidikan yang ada, yaitu :
1.      Perguruan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara
2.      Lembaga Pendidikan Perguruan Muhammadiyah didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan
Melalui gurulah dihasilkan tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia maupun tokoh-tokoh besar dunia. Di tangan gurulah terletak maju mundurnya sebuah bangsa. Jadi jika tidak ada guru maka mungkin Indonesia tidak dapat terbebas dari Kekuasaan kolonial.

2.      Peran Dokter
1.      Pada masa kolonial dokter memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kehidupan rakyat.
2.      Dokter dapat merasakan kesengsaraan dan penderitaan yang dialami rakyat Indonesia melalui penyakit yang dideritanya. Ia mendengarkan berbagai keluhan yang dialami oleh rakyat Indonesia. Penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh rakyat Indonesia adalah akibat dari berbagai tekanan dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda.
3.      Ketergerakan hati mereka diwujudkan melalui perjuangan dengan membentuk wadah organisasi yang bersifat sosial dan budaya yang diberinama Budi Utomo yang didirikan 20 Mei 1908 oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Sutomo, Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. Gunawan Mangunkusumo.

c.       Golongan Pers
Pers sudah mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-19, dan masuknya pers di Indonesia memberikan pengaruh yang cukup besar bagi bangsa Indonesia. Wujud perkembangan pers dapat dilihat dalam bentuk surat kabar maupun majalah. Awalnya surat kabar yang beredar hanya digunakan untuk orang-orang asing tetapi karena untuk mengejar pelanggan dari masyarakat pribumi maka muncul surat kabar yang di modali orang Cina tetapi menggunakan bahasa Melayu. Peran media :
1.      Melalui surat kabar terdapat pendidikan politik, sebab melalui surat kabar tersebut ternyata dimuat isu-isu mengenai masalah politik yang sedang berkembang sehingga secara tidak langsung melalui surat kabar tersebut telah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Indonesia.
2.      Melalui Surat kabar/ majalah mempunyai fungsi sosial dasar yaitu memperluas pengetahuan bagi para pembacanya dan dapat membentuk pendapat (opini) umum.
3.      Pendidikan sosial politik dapat disalurkan melalui tulisan-tulisan di surat kabar dan media masa sehingga menumbuhkan pemikiran dan pandangan kritis pembaca yang dapat membangkitkan kesadaran bersama bagi bangsa Indonesia.
4.      Surat kabar merupakan media komunikasi cetak yang paling potensial untuk memuat berita, wawasan dan polemik (tukar pikiran melalui surat kabar), bahkan ide dan pemikiran secara struktural dapat dikomunikasikan kepada masyarakat luas.
5.      Meskipun pada masa itu ruang gerak pers dibatasi dan dikontrol ketat oleh pemerintah kolonial. Tetapi melalui surat kabar tersebut sebagai sarana untuk menyampaikan segala sesuatu yang dikehendaki dan diprogramkan oleh pemerintah sehingga sedapat mungkin bisa diinformasikan kepada masyarakat luar. Dimana pemberitahuannya lebih memihak pada pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Pada masa pergerakan nasional Indonesia, surat kabar mempunyai peranan yang sangat penting bahkan organisasi pergerakan nasional Indonesia telah memiliki surat kabar sendiri-sendiri, seperti Darmo Kondo (Budi Utomo), Oetoesan Hindia (Sarekat Islam), Het Tiidsriff dan De Expres (Indische Partij), Indonesia Merdeka (Perhimpunan Indonesia), Soeloeh Indonesia Moeda (PNI), Pikiran Rakyat(Partindo), Daulah Ra’jat (PNI Baru)

Surat kabar yang dimiliki oleh organisasi-organisasi tersebut menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan bentuk-bentuk perjuangan kepada rakyat, agar rakyat dapat mengetahui dan memberikan dukungan kepada organisasi-organisasi itu.

Nasionalisme di Indonesia mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat ketika secara resmi Budi Utomo (Perpanjangan tangan Belanda) diakui oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1908. Secara singkat perkembangan nasionalisme Indonesia menjadi lebih ramai sejak berdiri Budi Utomo hingga Proklamasi Kemerdekaan. Sejak budi utomo berdiri organisasi-organisasi yang mengusahakan perbaikan dan kondisi rakyat Indonesia.

Tahapan perkembangan nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut.
1.      Periode Awal Perkembangan
Dalam periode ini gerakan nasionalisme diwarnai dengan perjuangan untuk memperbaiki situasi sosial dan budaya. Organisasi yang muncul pada periode ini adalah Budi Utomo, Sarekat Dagang Indonesia, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah.
2.      Periode Nasionalisme Politik
Periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia mulai bergerak dalam bidang politik untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Organisasi yang muncul pada periode ini adalah Indische Partij dan Gerakan Pemuda.
3.      Periode Radikal
Dalam periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia ditujukan untuk mencapai kemerdekaan baik itu secara kooperatif maupun non kooperatif (tidak mau bekerjasama dengan penjajah). Organisasi yang bergerak secara non kooperatif, seperti Perhimpunan Indonesia, PKI, PNI.
4.      Periode Bertahan
Periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia lebih bersikap moderat dan penuh pertimbangan. Diwarnai dengan sikap pemerintah Belanda yang sangat reaktif sehingga organisasi-organisasi pergerakan lebih berorientasi bertahan agar tidak dibubarkan pemerintah Belanda. Organisasi dan gerakan yang berkembang pada periode ini adalah Parindra, GAPI, Gerindo.

Dari perkembangan nasionalisme tersebut akhirnya mampu menggalang semangat persatuan dan cita-cita kemerdekaan sebagai bangsa Indonesia yang bersatu dari berbagai suku di Indonesia. Nasionalisme adalah rasa luhur yang dimiliki bangsa Indonesia, cerminan dari komitmen yang pernah diikrarkan berpuluh-puluh tahun lampau, bertolak dari rasa persaudaraan, senasib sepenanggungan.

Nasionalisme India
Mahatma Gandhi
a.      Pemberontakan Sepoy
Sampai awal abad ke-19, sebagian besar wilayah India telah jatuh ke tangan Inggris. Eksploitasi Inggris telah menimbulkan kesengsaraan dan kebencian rakyat India terhadap Inggris. Dengan diprakarasi oleh para prajurit India yang masuk dinas militer Inggris (tentara Sepoy) meletuslah suatu pemberontakan yang dikenal sebagai Pemberontakan Sepoy.
Pemberontakan Sepoy membawa akibat sebagai berikut.
1.      Lenyapnya Dinasti Moghul sebab Sultan Bahadur Syah, Raja Moghul terakhir ditangkap dan dibuang ke Rangoon hingga meninggal di sana.
2.      East India Company (EIC) dibubarkan. Selanjutnya sejak tanggal 1 November 1858 secara resmi India diambil alih oleh pemerintah Inggris.
3.      Rakyat India sadar bahwa gerakan militer tersebut dilaksanakan secara tergesa-gesa. Di samping itu, mereka juga sadar bahwa Inggris tidak mungkin dapat diusir dengan kekerasan senjata. Oleh karena itu, jalan yang ditempuh adalah dengan membentuk organisasi politik dan perkumpulan agama. Pada tahun 1885 berdirilah All Indian National Congres sebagai organisasi politik yang pertama di India.




b.      Timbulnya Nasionalisme India
Meskipun gerakan militer Inggris tidak diikuti oleh masyarakat umum, namun menjadi pendorong lahirnya pergerakan nasional India. Sebab-sebab timbulnya nasionalisme India adalah sebagai berikut:
1.      Perbaikan nasib rakyat oleh pemerintah Inggris setelah pemberontakan Sepoy tidak kunjung datang sehingga rakyat India-lah yang harus bergerak sendiri.
2.      Hanya orang-orang Inggris-lah yang duduk di pemerintahan, sedangkan orang-orang India tidak diperkenankan ikut serta.
3.      Kebudayaan Barat yang dipaksakan oleh Inggris, menimbulkan reaksi keras dari rakyat India yang ingin tetap mempertahankan kebudayaan India asli. Kebudayaan Barat dianggap terlampau materialistis pada hal kebudayaan India lebih mementingkan kejiwaan dan kerohanian.
4.      Munculnya kaum terpelajar yang telah mengenyam pendidikan Barat Mereka telah mengetahui apa itu liberalisme, demokrasi, dan nasionalisme.
5.      Pemberian status dominian Kanada tahun 1867 menimbulkan keinginan bangsa India untuk memperoleh status yang sama.

c.       Macam-Macam Gerakan Nasional India
Gerakan nasionalisme di India tidak hanya di bidang politik, tetapi juga di dalam bidang keagamaan (kerohanian). Nasionalisme India bukan hanya gerakan kebangsaan untuk mencapai kemerdekaan, tetapi juga untuk pembaharuan manusianya.
1.      Brahma Samad
Gerakan ini bertujuan untuk membersihkan kepercayaan umat Hindu dari hal-hal yang mengotori agama dan memberantas keburukan yang ada dalam masyarakat Hindu. Misalnya upacara Sati harus dihapus sebabdianggap sebagai pembunuhan. Di samping itu, Brahma Samad melarang adanya perkawinan di bawah umur dan poligami. Tokoh gerakan ini ialah Ram Mohan Roy.
2.      Rama Krisna
Rama Krisna adalah aliran yang menghendaki kembali kepada ajaran agama Hindu yang murni. Tokohnya adalah Swami Vivekananda.
3.      Santineketan
Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air, cinta bangsa, dan cinta kebudayaan India. Tokohnya adalah Rabindranath Tagore.
4.      Kongres (All Indian National Congres) 1885.
Kongres pada dasarnya merupakan majelis rakyat di mana duduk para wakil rakyat India dari berbagai golongan yang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan India lepas dari belenggu penjajahan Inggris. Berdirinya Kongres tahun 1885 ini atas inisiatif Allan Octavian Home (seorang Inggris kelahiran Skotlandia) yang simpati terhadap perjuangan rakyat India.
Partai Kongres di bawah pimpinan W.C. Bannerji dalam perkembangannya banyak program dan kegiatannya yang didominasi oleh golongan Hindu. Bahkan, dari pihak Hindu yang ekstrim menyatakan semboyan "India untuk Hindu" (India adalah Hindu). Itulah sebabnya para tokoh Islam yang aspirasi kelompoknya tidak mendapat tempat yang wajar dalam Kongres memisahkan diri.Pada tahun 1907 dalam Kongres sendiri terdapat dua aliran, yakni:
a.      Aliran Moderat, yang puas dengan tuntutan swaraj atau home rule. Artinya menuntut pemerintahan sendiri dalam lingkungan kerajaan Inggris. Tokohnya W.C. Bannerji dan Motilal Nehru.
b.      Aliran Ekstrim (radikal) yang menuntut kemerdekaan penuh (purna swaraj) dengan tokohnya Tilak dan Jawaharlal Nehru.
c.       Liga Muslim (Muslim League) 1906.
Pada 1906 kelompok muslim keluar dari Kongres dan mendirikan partai tersendiri, yakni Liga Muslim (Muslim League) dengan tokoh-tokohnya Moh. Ali Jinnah, Liquat Ali Khan, dan Aga Khan.
d.      Ajaran Mahadma Gandhi 
Mahadma Gandhi yang ditetapkan sebagai Bapak Kemerdekaan India dilahirkan pada tahun 1869 di Gujarat dengan nama kecilnyanya Mohandas Karamchand Gandhi. Sebagai tokoh Kongres beliau menjiwai perjuangan Kongres dengan ajaran-ajarannya sebagai berikut:
1.      Ahisma, artinya melawan musuh tanpa kekerasan fisik.
2.      Hartal, artinya pemogokan, tidak melakukan pekerjaan sebagai protes
terhadap peraturan yang tidak adil atau tanda berkabung untuk memperingati kejadian yang menyedihkan.
3.      Satyagraha, tetap setia kepada kebenaran dan menolak bekerja sama dengan Inggris; karena Inggris salah sedangkan India berdiri di atas kebenaran. Jadi, satyagraha berarti noncooperation.
4.      Swadesi, artinya hidup dengan usaha sendiri. Gerakan ini menganjurkan agar bangsa India dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari hasil usahanya sendiri. Akibat senjata ini tampak adanya pemboikotan terhadap barang-barang buatan Inggris, dan ditekankan pada penggunaan barang-barang buatan sendiri.
Dengan gerakan ini ternyata mampu meningkatkan perekonomian bangsa India. Sebaliknya, merupakan pukulan bagi ekspor Inggris ke India. Sebagai tanda penghormatan pada swadesi maka gambar “roda pemintal” tertera pada bendera kebangsaan India yang mulai berkibar pada tanggal 15 Agustus 1947.

Nasionalisme Mesir


a.      Krisis Keuangan Mesir
Sejak dibukanya Terusan Suez pada tahun 1869, negara-negara Barat terutama Inggris dan Prancis saling berlomba memperebutkan pengaruhnya di Mesir. Pengaruh kekuasaan Inggris makin kuat mulai tahun 1875, yakni saat Khedive Ismail (1863–1879) membutuhkan uang sehubungan dengan krisisnya keuangan Mesir. Khedive Ismail kemudian menjual sebagian besar saham Mersir pada Terusan Suez kepada Inggris.

Di samping itu, Mesir juga meminjam uang dari Inggris dan Prancis. Mesir karena tidak dapat membayar hutang-hutangnya maka Inggris dan Prancis masuk ke Mesir dan memberesi hutang-hutangnya. Dengan demikian, sejak tahun 1876, Inggris dan Prancis telah ikut campur dalam pemerintahan di Mesir.

Adanya campur tangan Inggris dan Prancis dalam pemerintahan, khususnya pada saham-saham Terusan Suez menimbulkan kekecewaan yang kemudian muncul perlawanan rakyat. Kebangkitan nasional Mesir ditandai dengan adanya pemberontakan Arabi Pasha (1881–1882). Mulamula gerakan ini antiorang asing (Inggris, Prancis dan Turki), tetapi akhirnya menjadi gerakan untuk menuntut perubahan sistem pemerintahan. Gerakan Arabi ini timbul karena pengaruh Jamaluddin al Afghani yang ketika itu mengajar di Mesir. Perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Arabi Pasha ini sangat membahayakan kedudukan Inggris dan Prancis di Mesir. Inggris akhirnya bertindak dan berhasil menumpas pemberontakan Arabi Pasha. 


b.      Timbulnya Nasionalime Mesir
Mesir termasuk negara Arab sehingga bangkitnya nasionalisme Mesir merupakan hal yang sama dengan bangkitnya nasionalisme Arab. Adapun sebab-sebab timbulnya nasionalisme Mesir adalah sebagai berikut.
1.      Adanya gerakan Wahabi, semula merupakan gerakan agama yang kemudian memberontak pemerintahan Turki. Dengan demikian, secara politik membangkitkan tumbuhnya nasionalisme Mesir.
2.      Adanya pengaruh Revolusi Prancis. Ketika Napoleon Bonaparte mendarat di Mesir, ia juga membawa suara Revolusi Prancis yang kemudian menimbulkan paham liberal dan nasionalisme Mesir.
3.      Munculnya kaum intelektual yang berpaham modern.
4.      Adanya Gerakan Pan Arab, yang dirintis oleh Amir Chetib Arslan dengan yang menganjurkan persatuan semua bangsa Arab dengan tujuan untuk mencapai kemerdekaan bangsanya.
Sekalipun pemberontakan Arabi Pasha berhasil dipadamkan, namun cita-cita perjuangan Arabi Pasha merupakan sumber aspirasi semangat nasionalisme bangsa Mesir. Hal ini terbukti pada tanggal 7 Desember 1907 telah diadakan kongres nasional yang pertama di bawah pimpinan Mustafa Kamil. Tujuannya adalah pembangunan Mesir secara liberal untuk mencapai kemerdekaan penuh. Pemerintah Mesir yang dipengaruhi oleh Inggris berusaha untuk menindas gerakan ini, akan tetapi gerakan nasional ini tetap hidup dan makin kuat bahkan kemudian menjelma menjadi Partai Wafd (Utusan) di bawah pimpinan Saad Zaghlul Pasha.
Ketika Perang Dunia I selesai, Partai Wafd menuntut Mesir sebagai negara merdeka dan ikut serta dalam konferensi perdamaian di Prancis. Inggris menolak, bahkan mengasingkan Zaghlul Pasha ke Malta. Pada tahun 1919 di Mesir timbul pemberontakan dan Zaghlul Pasha dibebaskan kembali.
Kaum nasionalise Mesir menuntut kemerdekaan penuh. Pemberontakan berkobar lagi, Zaghlul Pasha ditangkap lagi dan diasigkan ke Gibraltar. Inggris yang tidak dapat menekan nasionalisme Mesir, terpaksa mengeluarkan Pernyataan Unilateral (Unilateral Declaration) pada tanggal 28 Februari 1922.
1.      Inggris mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Mesir.
2.      Inggris berhak atas empat masalah pokok,seperti berikut:
a.       mempertahakan Terusan Suez;
b.      mempergunakan daerah militer untuk operasi militer;
c.       mempertahankan Mesir terhadap agresi bangsa lain;
d.      melindungi bangsa asing di Mesir dan kepentingannya.
Uniteral Declaration 1922 merupakan saat yang bersejarah bagi Mesir sebab sejak itu dunia internasional menganggap Mesir telah merdeka, meskipun belum penuh. Sebaliknya, di pihak kaum nasionalis Mesir tetap tetap menentangnya sebab Inggris tetap berhak atas empat masalah pokok tersebut di atas. Itulah sebabnya, kaum nasionalisme Mesir terus berjuang melawan Inggris untuk mencapai kemerdekaan penuh. Hal ini baru terwujud setelah Perang Dunia II berakhir (Oktober 1954).


Senin, 13 Januari 2014

INFORMASI BEASISWA

ALAMAT SITUS YANG MEMBERIKAN BEA SISWA


www.gn-ota.or.id
www.habibie.net
www.kamalindo.com
www.superbeasiswa.org
www.glorianet.org
www.scholarship.com
www.usembassyjakarta.org/aminef
www.finaid.com
www.ausaid.gov.au
ww.kbri-berlin.de
www.austembjak.or.id/aei
www.adsjakarta.or.id
www.moreton.tafe.net
www.satukampus.com
www.wartburg.edu
www.fordfound.org
www.depaul.edu/kellstadt
www.id.aiesec.org
www.dikti.org
www.pirac.or.id
www.akademianet.com
www.pendidikan.net
DAFTAR LEMBAGA DALAM NEGERI PEMBERI BEASISWA
1.YAYASAN SUPER SEMAR
Gedung Granadi (Lantai Empat), Jl. H.R. Rasunan Said Kav. 8-9 Jakarta 12950 Telp. (021) 5221745 – 5221750
2.PT. DJARUM KUDUS
Jl. Jendral Achmad Yani 28 Kudus, Jawa Tengah
Telp. (0291) 21901, faks 21809
3.YAYASAN DHARMA BHAKTI PERTIWI
Jl. Cendana 19 Jakarta 10350
Telp. (021) 3106538
4.YAYASAN KARTIKA EKA PAKSI
Komplek Balai Kartini, Jl. Jendral Gatot Subroto 37, Jakarta Telp. (021) 525543
5.YAYASAN DHARMA BHAKTI KALBE
P.O. Box 3105 Jakarta, telp. (021) 4892808
6.PT. WIJAYA KARYA
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 Jakarta Timur, telp. (021) 8192802
7.YAYASAN DANA PENSIUN – PT. INDOCEMENT TUNGGAL PERKASA
Gedung Indocement, Jl. Mayor oking, Citeureup, Bogor, telp. (0251) 3100011
8.YAYASAN TIFICO
Mid Plaza Lantai 5, Jl. Jend. Sudirman Kav. 10 – 11 Jakarta 10220 P.O. Box 3350 Jakarta, telp. (021) 5706268 – 5706208
9.PT. UNILEVER INDONESIA
Jl. Gatot Subroto Kav. 15 Jakarta 12930, telp. (021) 5262112
10.YAYASAN TOYOTA – ASTRA
Jl. Yos Sudarso, Sunter 1 Jakarta 14350 P.O. Box 1420 Jakarta 10014, telp. (021) 4301135 – 4302337
11.YAYASAN BEASISWA BIMANTARA
Gedung Bimantara Lt. V, Jl. Kebon Sirih No. 17 – 19 Jakarta Pusat 10340
12.YAYASAN BEASISWA WITTEVEEN-DEKKER INDONESIA
Jl. Tanah Abang III No. 31 Jakarta Pusat 10120
13.YAYASAN ILMU-ILMU SOSIAL
Jl. Ir. H. Juanda No. 36 Jakarta Pusat 10120, telp. (021) 384-2506, 386-5443, faks. (021) 384-2506 kontak personal: Dr. Selo Sumarjan
14.VAN DEVENTER MAAS INDONESIA
Jl. Teuku Umar No. 42 Jakarta Pusat 10350 kontak personal: Ny. Johana Sunarti Nasution
15.OVERSEAS TRAINING OF FICE
Jl. Proklamasi No. 70 Jakarta Pusat 10320, telp. (021) 331-234, 331-447, 331-465, 331-481, 331-198
16.BEASISWA ORBIT – ICMI
Gedung ICMI, Jl. Kebon Sirih No. 85 Jakarta Pusat 10340 Telp. (021) 390-4534/38, 391-9443, 316-8145 ext. 18 faks (021) 391-9443
Kontak Person: DR. Marwah Daud Ibrahim

17.BEASISWA GN-OTA
Jl. Kebon Sirih No. 25 Jakarta Pusat 10340 Telp. (021) 390-0900 faks (021) 390-2988
Kontak Person: Ny. Halimah Bambang Triatmojo
18.THE FORD FOUNDATION (SOUTH EAST ASIA REGION)
d/a S. Widjojo Center Lt. 11 Jl. Jend. Sudirman No. 71 Jakarta Telp. (021) 252-4073
19.THE USAID, OFFICE OF EDUCATION & HUMAN RESOURCE AMERICAN EMBASSY
D/a Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jl. Medan Jakarta Selatan No. 4 Jakarta Pusat faks. (021) 380-6694
Kontak Person: Mr. Stephen Grant (Chief)
20.BEASISIWA PENDIDIKAN HARIAN KOMPAS
Jl. Palmerah Selatan No. 26-28 Jakarta 10270 Telp. (021) 534-7710, 534-7720, 534-7730,530-2200 faks. (021) 548-6085
Kontak Person: Bapak P. Swantoro (Ketua Tim Bantuan Pendidikan Kompas-Gramedia)
21.AUSTRALIAN AID
City Bank Lt. VI, Jl. M.H. Thamrin No. 35 Jakarta
22.THE DIRECTOR BRITISH COUNCIL
S. Widjiji Center, Jl. Jend. Sudirman No. 71 Jakarta Telp. (021) 520-6222 faks. (021) 522-3106
23.BEASISWA MONBUSHO PEMERINTAH JEPANG
D/a Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang, Jl. M.H. Thamrin No. 24 Jakarta Pusat
24.WORLD UNIVERSITY SERVICE OF CANADA
Jl. Windya Chandra VIII/25 Jakarta Selatan
25.AMERICAN INDONESIA EXCHANGE FOUNDATION
Wisma Metropolitan II Lt. 3, Jl. Jend. Sudirman Kav. 31 Jakarta
26.IDB MERIT SCHOLARSHIP PROGRAM
Gedung BPP Teknologi Lt. I, Jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340 Telp. (021) 304-2618 faks. (021) 320-317
27.AUSTRALIAN EDUCATION CENTER
Wisma Budi Lt. 5, Jl. H.R. Rasuna Said kav. C-6 Kuningan Jakarta 12990 Telp. (021) 252-3291, 525-6676 faks. (021) 522-4343
28.CIDA GTP EDUCATION RESOURCE CENTER
Jl. Borobudur No. 6 Jakarta Pusat 19320 Telp. (021) 858-3726 faks. (021) 310-7481
Kontak Person: Mrs. Line Dube
29.CIDA FIELD DIRECTOR FOR INDONESIA
D/a Kedutaan Besar Kanada Wisma Metropolitan I Flat V, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29 Jakarta
Kontak Person: Mr. Yuon Marsalais
30.BEASISWA PENDIDIKAN TINGGI DEPDIKBUD RI
Jl. Veteran No. 18 Jakarta Pusat Telp. (021) 386-0611 faks. (021) 384-6884
Kontak Person: Bapak Moh. Widodo Gondowardjojo
31.KEPALA BIRO KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI SEKNEG RI
Jl. Veteran No. 18 Jakarta Pusat telp. (021) 386-0611 faks. (021) 384-6884
Kontak Person: bapak Moh. Widodo G.
32.YAYASAN PEMBINAAN & ASUHAN BUNDA
Jl. Teuku Umar No. 42 Jakarta Pusat 10350
Kontak Person: Ibu Johana S. Nasution
33.YAYASAN BINA INSAN CITA
D/a Gedung Insan Cita, Jl. Lafran Pane Depok Jawa Barat
Kontak Person: Drs. Karsono
34.TUNJANGAN IKATAN DINAS
Lantai 15 Sekjen Diknas, Jl. Jend. Sudirman Pintu I Senayan Jekarta 10002 Telp. (021) 5711144, 5711151
35.PRESTASI PENINGKATAN AKADEMIK
Jl. Jend. Sudirman Pintu I Senayan, Jakarta 10002 Telp. (021) 581436, 581982
36.POS DAN GIRO
Jl. Kapten Cok Agung Tresna, Denpasar-Bali Telp 226581, 226585
37.NUSANTARA
Jl. Sumbawa No. 33 Jakarta Pusat 10350 Telp. (021) 637025
38.BANK SERI PARTHA
Jl. Supratman No. 27X Denpasar 80236 Telp. (0361) 227721-4, 228211-4
39.PII
Kompleks Pertamina, Simprug Staff Houses R-08, Jl. Sinabung II Terusan Kebayoran Baru, Jakarta 12120 Telp. (021) 7398858, 7392244
40.PRASETYA MULYA
Jl. Raya Jagorawi Cilandak Jakarta 12430 Telp. (021) 7697275, 7500463
41.RATYNI GORDA
Jl. Tukad Languan Gang I No. 3 panjer Denpasar Bali Telp. (0361) 225917
42.ABRI
Mabes ABRI Cilangkap Jakarta Selatan
43.JAPAN FOUND
Skykine Building 4 th Floor, Jl.M.H.Thamrin No. 9 Jakarta Telp. (021) 3148441, 3148440
44.MITSUI KOSGORO
Jl. M.H. Thamrin 59 Jakarta Telp. (021) 333909
45.PERTAMINA
Jl. Medan Merdeka Timur IA, Kotak Pos 1012 JKT 10110 Telp. (021) 3815111, 3816111
46.PT. HUMPUS GROUP
Wisma Antara Lt. 10 Jl. Merdeka Selatan No. 17 Jakarta telp (021) 3810655
47.BANK DAGANG BALI
Jl. Gadjah Mada No. I Denpasar Bali
48.YAMPI
Jl. Harsono R.M. No. 3 Ragunan Pasar Minggu Gedung E Lt. 2 Jakarta Selatan 12550 telp. (021) 7804386 – 7805641
49.YAYASAN DHARMAIS
Jl. Bangku II No. 7 Jakarta 12720
50.YAYASAN SKORPIO
Jl. Pramuka 172 Jakarta
51.YAYASAN BAKTI PUTRA BANGSA
Jl. Yusuf Adiwinata S.H. No. 4 Jakarta 10350
52.YAYASAN WANGSA MANGGALA
Jl. Polowijan No. 54 Yogyakarta 55132
53.YAYASAN TIRASA
Jl. Kebon Sirih No. 39 Jakarta 10350
54.YAYASAN KESEJAHTERAAN ANAK INDONESIA
Jl. Teuku Umar No. 10 Jakarta 10350 PO. Box 6179/MT Jakarta 10310
55.YAYASAN TIARA INDAH
Jl. Yusuf Adiwinata No. 11 Menteng Jakarta Pusat 10350
56.YAYASAN SOSIAL DAN INDONESIA “AL-HUDA”
Jl. Maleo Gg. Guyub No. 12 Madiun Telp. (0351) 438273

YAYASAN (ORGANISASI) INTERNASIONAL
PEMBERI BANTUAN

THE JAPAN FOUNDATION
Pusat Kebudayaan Jepang
Summitmas Tower Lt. 2
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62 Jaksel
Telp. (021) 5201266-67, 5255201
Fax. (021) 5255159
THE ASIA FOUNDATION
550 Kearny Street
San Francisco CA 94108
Telp. (415) 9824640
Perwakilan:
Jl. Darmawangsa Raya 50
Keb. Baru, Jakarta Selatan
Telp. (021) 772674, 712683
THE ASIA PARTNERSHIP FOR HUMAN DEVELOPMENT
P.O. BOX J124
Hrickfield Hill Sydney NSW 2000 Australia
Telp (02) 2679533, (02) 2679745
Perwakilan:
c/o. LPPS MAWI
Jl. Cut Mutiah 10 Jakarta Pusat
Telp. (021) 352354, 356452
CANADIAN EMBASSY
(NGO SECTION)
Wisma Metropolitan
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29
Jakarta Selatan
CARE
660 First Avenue New York NY 10016
The United States of America
Perwakilan:
Jl. Kyai Maja 65 (Pelbak)
Keb. Baru, Jakarta Selatan
Telp. (021) 775415
CHURCH WORLD SERVICE CWS/DGI
P.O. BOX 2354
Jl. Salemba Raya 10 Jakarta Pusat
Telp. (021) 883751, 884321
CUSO
151 Slater St. Ontario KIP 5 HS Canada
Perwakilan:
- 30, Jl. Setia Rasa Bukit Damansara
Kuala Lumpur Malaysia
Canadian Embassy
Wisma Metropolitan
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29 Jaksel
FOSTER PARENTS PLAN INTERNATIONAL, INC.
155, Plan Way Warmick
Rhode Island 02887 USA
Perwakilan:
P.O. BOX 18 Yogyakarta
Jl. Joyokaryan 1138
FRIEDRICH NAUMANN STIFUNG
Baunsheidtrasse 7 D-5300 Bonn
West Germany
Perwakilan:
Jl. S. Parman 81, Slipi Jakarta Barat
HELEN KELLER INTERNATIONAL
15 West 16 Street New York USA
Perwakilan:
P.O. BOX 4338 Jakarta
KOMRAD ADENAUER FOUNDATION
C/o IIs Foslach 1260 D-5205 St. Agustin I
Federal Republic of Germany
Telp. 02241 – 1961
Perwakilan:
Jl. Lembang 22 Menteng Jakarta Pusat
Telp. (021) 365031
HENNEOITE CENTRAL COMMITTEE
21 S. 12 St. Akronpennsvivania 17501 USA
Perwakilan:
Tromol Pos 49/JKU
Jakarta Utara

DAFTAR ALAMAT YAYASAN PEMBERI BANTUAN
BEASISWA DI NUSANTARA

1. DKI JAYA
Jl. Letjend Suprapto 30 C Jakarta Pusat
2. AMERICAN FIELDS SERVICE
Jl. Cilosari I/11 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
3. DANA DAKWAH
Jl. Kramat Raya 45 Jakarta 10450
4. YAYASAN ABDI KARYA (YADIKA)
Jl. Kamal Raya, Tegal Alur, Cengkareng Jakarta Barat 1730
5. YAYASAN BINA ARTA
Jl. Kyai Tapa 1 (Grogol) Jakarta Barat 10330
6. YAYASAN BINA EKSKLUSIF
Basmar Plaza Lt. 3 Jl. Mampang Prapatan Raya No. 106 jakarta Selatan 12760
7. YAYASAN AL-AQIDAH (PENDIDIKAN ILMU AL-QUR’AN)
Jl. Gondangdla lama no. 16 Pav. Jakarta, Jakarta Pusat 10330
8. YAYASAN BINA PEMBANGUNAN
Jl. Tulodong Bawah C11-12 Kebayoran Baru PO BOX 4521/KBY Jakarta 10245
9. YAYASAN BHAKTI PUTRA BANGSA
Jl. Yusuf Adiwinata, SH. No. 4 Jakarta 10350
10. YAYASAN CITRA DANTA
PO BOX 1025/MT Jakarta 10310
11. YAYASAN DANA BHAKTI KESEJAHTERAAN SOSIAL
Jl. Tanah Lawang 2 Jakarta
12. YAYASAN DHARMAIS
Jl. Bangka II No. 7 Jakarta 12720
13. YAYASAN DANA MITRA HUKUM
Jl. Bogor Lama No. 18 Jakarta Selatan 12970
14. YAYASAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA
Jl. Ir. H. Djuanda No. 42 Rempoa Ciputat Jakarta 15412
Jl. Buncit Raya no. 37 jakarta Selatan 12510
15. YAYASAN FAJAR BINA BHAKTI
Jl. Prof. Moh. Yamin 50 jakarta Pusat 10220
16. YAYASAN ILMU-ILMU SOSIAL
Jl. Ir. H. Djuanda No. 36 jakarta pusat 10120
17. YAYASAN JANTUNG INDONESIA
Jl. Teuku Umar No. 5 jakarta Pusat 10350
18. YAYASAN JAYA SEJAHTERA KODAM JAYA
Jl. Metraman Jaya No. 88 jakarta timur 13150
19. KANTOR PUSAT UNILEVER INDONESIA
Gedung Menara Duta Jl. HR Rasun Said Kav. 8-9 Jakarta 12920
20. YAYASAN KAMPUS TERCINTA
Jl. Raya Lenteng Agung No. 32 Jakarta Selatan 12620
21. YAYASAN KARTIKA EKA PAKSI
Jl. Gatot Subroto No. 37 jakarta Selatan 12950
22. YAYASAN KASIH SEJAHTERA
Jl. Gading raya No. 25A Rawamangun – jakarta timur 13230
23. YAYASAN KEMANUSIAAN BAKTI KARTINI
Jl. Pilo Kambing No. 9 Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Timur
24. YAYASAN KESEJAHTERAAN ANAK INDONESIA
Jl. Teuku Umar No. 10 Jakarta 10350 PO BOX 6179/MT Jakarta 10310
25. YAYASAN LEMBAGA KONSUMEN INDONESIA
Jl. Pembangunan I/I Duren Tiga – Jakarta Selatan 12760
26. YAYASAN LENTERA KEBAJIKAN (YLK)
Wisma Staco Lt. 10 Jl. Cassablanca kav. 18 Jakarta 12970
27. YAYASAN LORNA WISHTON
Loma Wiston Study Center, 3rd floor, Kanindo Plaza Jl. Gatot Subroto Kav. 23 Jakarta
28. YAYASAN LPK INDONESIA – AMERICA
Pusat Pendidikan Komputer Indonesia – Amerika Jl. Sungai Sambas Raya No. 12 Kebayoran Baru – Jakarta Selatan 12130
29. YAYASAN MANAJEMEN BISNIS INDONESIA
Jl. Panglima Polim Raya 49 Jakarta Selatan
30. YAYASAN MANGROVE
Jl. MT Haryono Kav. 50-51 Jakarta 10420
31. YAYASAN MAS AGUNG (PUSAT INFORMASI ISLAM)
Jl. Kwitang 8 jakarta 10420
32. YAYASAN MENARA BHAKTI
Universitas Mercu Buana Jl. Meruya Selatan Kebun Jeruk Jakarta Barat
33. YAYASAN MITRA DANA BAPEPAM
Gedung Garuda Lt. 10 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 135 jakarta 10110
34. YAYASAN NURRACHMAD
Jl. Kayumanis Lama I No. 18 jakarta timur 13140
35. YAYASAN PATRISIA
Jl. Kramat Raya 148 Jakarta Pusat 10430
36. YAYASAN PEMBINA MODE INDONESIA
Jl. Hayam Wuruk No. 30 jakarta pusat 10120
37. YAYASAN PEMBINA PENGEMUDI INDONESIA
Jl. Rawasari Selatan No. 48 Jakarta 10570
38. YAYASAN PEMUDA SEMBILAN WALI
Jl. Masjid II/9A Melayu Besar Tebet Jakarta Selatan
39. YAYASAN PENDIDIKAN ADI UTAMA KARYA
Jl. Daan Mogot Jakarta barat
40. YAYASAN PENDIDIKAN AS-SYABAD
Jl. Pembina RT 015 RW 02 Cip. Muara jakarta 13420
41. YAYASAN PENDIDIKAN BOROBUDUR
Jl. Raya Kali Malang No. 1 jakarta
42. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM TAHDZIBUL NUFUS
Jl. Raya kamal no. 45 Tegal Alur Cengkareng jakarta barat 11730
43. YPP ADE IRMA SURYANI NASUTION
Jl. Tebet barat IV Rawa – Bilal Tebet jakarta selatan 12810
44. YAYASAN PENDIDIKAN PERBANAS
Jl. Perbanas Karet Kuningan Setia Budi – Jakarta 12940
45. YAYASAN PENDIDIKAN TRIDAYA
Jl. Pangkalan Jati II/19 Kali Malang – Jakarta Timur 13620
46. YAYASAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Jl. Wijaya Timur Raya No. 18 jakarta 12170
47. YAYASAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INDONESIA
Jl. Wolter Monginsidi 12 – 14 kebayoran Baru – Jakarta Selatan 12160
48. YAYASAN PERGURUAN “CIKINI”
Jl. Cikin Raya 74 – 76 Jakarta Pusat 10330
49. YAYASAN PERGURUAN ‘JAGAKARSA’
Jl. Letjend. TB Simatupang No. 152 Tanjung Barat – Jakarta
50. YAYASAN PUSAT PENGKAJIAN HUKUM
Binamulya I, 5th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 10 Jakarta 12950
51. YAYASAN REIKA’S ATELIER
Jl. Buntu Gambir No. 10
Jakarta Pusat 10110
52. YAYASAN RUMAH GADANG
Jl. Kayu Putih Rawamangun Jaktim
Jakarta 13210
53. YAYASAN SCORPIO (YASKO)
Jl. Pramuka 172 Jakarta
54. YAYASAN SUPER SEMAR
Gedung Garnadi, Lt. IV
Jl. HR Rasuna Said Kav. 8-9 Kuningan
Jakarta Selatan 12950
55. YAYASAN STUDI MASYARAKAT (YSM)
Kompleks Kejaksaan Agung Blok F/13
Jl. Ragunan – Pasar Minggu Jakarta 12520
P.O. BOX 12520/JATCG
Jakarta 12520
56. YAYASAN SWARA MAHARDIKA
Jl. Cikini II/9 Jaksel 10330
57. YAYASAN TETANA DUTA KONSULINDO RESEACH CENTER
Wisma Bank Darmala
Jl. Jend. Sudirman Kav. 28 Lt. 18
Jakarta 10210
58. YAYASAN TIARA INDAH
Jl. Yusuf Adiwinata No. 11 Menteng
Jakarta Pusat 10350
59. YAYASAN TIFASA
Jl. Kebon Sirih No. 39 Jakarta 10350
60. YAYASAN TRIKORA
Jl. Kebon Sirih No. 67 – 69 Jakarta 10340
61. YAYASAN TOYOTA/ASTRA
Jl. Sudirman No. 5 Jakarta 10220
62. YAYASAN TARUMANAGARA
Jl. Letjend. S. Parman No. 1 Jakarta 11440
63. YAYASAN THE GHANDI MEMORIAL SCHOOL
Jl. Pasar Baru No. 10 jakarta 10710
64. YAYASAN UKHUWAH ISLAMIAH
Jl. Tebah III/3 Jaksel 12120
65. YAYASAN WITTEVEEN DEKKER
Jl. Buncit Raya No. 61 Jaksel 12760
66. YAYASAN WANGSA MANGGALA
Jl. Polowijan No. 64 Yogyakarta 55132
68. YAYASAN ASSALAM
Jl. Yudha No. 1 Bandung 40151
69. YAYASAN KALAM HIDUP
Jl. Naripan 67 Bandung 40112
70. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-HADI
Jl. A. Yani km 7 Bandung
71. YAYASAN PUSAT KEBUDAYAAN
Jl. Naripan Bandung
72. YAYASAN SURYANA
Jl. Jatmika Lama 74 Bandung 40231
73. YAYASAN WIDYA CAKRA PINAYUNGAN
Jl. Jakarta 28 Bandung 40272
74. PUSAT ISLAM (PERSIS)
Jl. Pajagalan 14 Bandung 40272
75. YAYASAN PENDIDIKAN TAMAN ISLAM
Jl. KH Abdul Hamid km 4
Cibungbulang – Bogor 16630
76. YAYASAN PRODUKTIVITAS NASIONAL
Jl. Raya Pasar Minggu Wisma Harapan No. 2H Perdatam, Jakarta Selatan 12780
77. YAYASAN PROMOSI JAKARTA
Gedung Bank Pasifik, Lt. 4, Jl. Jend. Sudirman Kav. 7-8 jakarta 10270
78. YAYASAN PENGEMBANGAN BISNIS INDONESIA
PO BOX 119/JKT Jakarta 11031
79. YAYASAN SURVIVAL
Gd. Kompas Lt. 6 Metro Duta III No. 2-3 Pondok Duta Dua Bhakti Jaya – Depok bogor 16418
80. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM “AL-ARCOM”
Jl. Margonda Raya No. 50 Depok 16424
81. YAYASAN BIN INSANI
Jl. Emas Raya No. 17 Bukit Karawaci Baru II Tanggerang 15116
82. YAYASAN ISLAMIC COLLEGE
P.O. BOX 87 Tanggerang 15001
83. YAYASAN HALAMATIL QUR’AN
Jl. K.H. Mas Mansyur No. 87 Pekalongan 51117
84. YAYASAN AMALAN UMAT ISLAM
Jl. Bango 41 Bulumanis Lor Mergoyoso Pati 59154
85. PENGELOLA AMALIAH PEGAWAI JASA RAHARJA
Jl. Imam Bonjol 151 Semarang 10450
86. YAYASA PENDIDIKAN NASIONAL PENUNJANG PELITA
Jl. Terusan Candi Kalasan Blimbing – Malang 65142
87. DOMPET LPSP
Jl. Karangrejo XV/21 Surabaya 60243
88. YAYASAN AKADEMI PARAPANCA
Jl. Madokan Semampir AWS No. 5 Surabaya
89. YAYASAN ALOON ALOON BUNDER NORMALAN
Jl. Pemuda No. 15 Surabaya 6027
90. YAYASAN BEASISWA AL-ICHSAN
Jl. Jakarta No. 55 Surabaya 60164
91. YAYASAN BHAKTI PERSATUAN
Jl. Kertajaya Indah Timur 31 Surabaya 60116
92. YAYASAN HARAPAN JAYA
Jl. Ngagel Kebon Sari II/36 Surabaya 601275
93. YAYASAN IPIEMS
Jl. Menur 125 Surabaya 60116
94. YAYASAN KAS PEMBANGUNAN KODYA SURABAYA
Jl. Sedepmalem No. 9.11 Surabaya 60272
95. YAYASAN KRISTEN G. BOEN
Jl. Nias No. 20 Surabaya 60281
96. YAYASAN LIMA BHAKTI
Jl. Bunguran 31-33 Surabaya
97. YAYASAN MEGA CONSELING
Jl. Lebak Jaya Utara IIIA/2 Surabaya 60134
98. YAYASAN PERGURUAN ISLAM AL-USTADZ UMAR BARADJA
Jl. Dana Karya I No. 63 Surabaya 60151
99. YAYASAN PERGURUAN 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya 60119
100. YAYASAN PUSAT BHAKTI LUHUR
Jl. Galunggung 3 Surabaya
101. YAYASAN SAHABAT SINOMAN INDONESIA
Jl. Sidutopo Kidul No. 61 Surabaya 60152
102. YAYASAN SURABAYA FORUM
Jl. Klampis Ngasem No. 117 Surabaya 60917
103. YAYASAN WIDYA MANDALA PUSAT SURABAYA
Universitas Katolik Widya Mandala
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya 60265
104. YAYASAN BHKATI BANUA
Jl. Dei Shinta 9 Banjar Masin 7023
105. YAYASAN MULIA SEJAHTERA
Jl. Veteran Banjar Masin Kalsel
106. YAYASAN PUPUK KALTIM
Bontang Utara Kaltim 75386
107. YAYASAN KARYA DHARMA
Jl. G. Bawa Karaeng Ujung Pandang 90115

DAFTAR ALAMAT PEMBERI BEA SISWA KE LUAR NEGERI

1. Information Center, Association of International Education, Japan
4-5-29 Komaba, Meguro-Ku, Tokyo 153
www.ai.ej.or.jp
2. Yayasan Bina Antar Budaya
Jl. Cibulan 11 Jakarta 12170
The British Council
S. Widjojo Center, Jl. Jend. Sudirman 71 Jakarta 12190
3. Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
Jl. Gerbang Pemuda Senayan Jakarta
4. DAAD Jakarta Office
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62, Summitmas I Tower 19 Jakarta 12190
5. Melbourne Scholarships Office
The University of Melbourne
ParkVille Victoria 3052 Australia
www.mbs.unimelb.edu.au
6. Oxford Brookes University
Gips Lane, Headington, Oxford OX3 OBP UK
www.brookes.ac.uk
7. Mrs. Louise Ellis
Admission Department, Cranfield University
Silsoe, BEDS, MK45 4DT UK
8. Mrs. Kathryn James, Admission Manager
44 Gornwell Road, Hove East Sussex BN3 3ER UK
9. The Australian Agency for International Development
www.austembjak.or.id
10. Full Bright
Yayasan Aminef
C/o US Information Service Embassy of USA
Jl. Medan Merdeka Selatan 4 Jakarta 10110
11. East-West Center
Ibu Irma S.
East-West Center Representative
Jl. Medan Merdeka Selatan 4 Jakarta 10110
12. EisenHower Exchange Fellowship
US Information Service Cultural Section
Embassy of the USA
Jl. Medan Merdeka Selatan 4 Jakarta 10110
13. E M S S
International Development Program of Australian University and Colleges
Setiabudhi 2 Building 2nd floor, suite 209, Jl. Rasuna Said Kuningan Jakarta 12920
14. Overseas Training Office
Jl. Proklamasi 7 Jakarta 10320 Telp. (021) 331234, 331447
15. Australian Development Assistance Burean 6th Floor City Bank
Jl. M.H. Thamrin No. 35 Jakarta
16. World University Service of Canada
Jl. Widya Chandra VIII/25 Jakarta
17. AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation)
Gedung balai Pustaka lantai 6, Jl. Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta 10720 Telp. (62-21) 345-2016 faks. (62-21) 345-2050
18. Secretarian IDB Merit Scholarship Program
Gedung BPP Teknologi Lantai 1, Jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Telp. (021) 322238
19. AMCHAM (American Chamber of Commence in Indonesia World Trade Center) 11th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31 Jakarta 12990 Indonesia Telp. (62-21) 5262860 faks. (62-21) 526-2861
E-mail: Amchan Indonesian@ibm.net

Minggu, 20 Oktober 2013

Para Pecinta Setia





Kisah berikut akan khusus untuk setiap anda yang ingin mengetahui arti sebenarnya dari cinta .Hmm , ada pernah tinggal seorang kepala putri yang memiliki banyak pengagum . Semua pemuda di desa ingin memiliki dia untuk istri dan semua bersemangat untuk mengisi ember kulitnya ketika ia pergi ke sungai untuk air .Ada seorang pemuda di desa. Dia adalah seorang pemburu yang baik tetapi ia miskin dan memiliki keluarga berarti . Dia mencintai gadis dan berharap dia bisa menikahinya . Jadi , suatu hari ketika dia pergi untuk air , ia melemparkan jubahnya di atas kepalanya sementara ia berbisik di telinganya : " Maukah kau menikah denganku ? "Untuk waktu yang lama gadis bertindak seolah-olah dia tidak mendengar apa-apa , tapi satu hari ia berbisik mengatakan bahwa dia akan bersedia menikah dengannya jika dia mengambil kulit kepala .Jadi ia membuat pesta perang tujuh , dirinya dan enam laki-laki muda lainnya .
Sebelum mereka mulai , mereka duduk untuk merokok dan beristirahat di samping sebuah danau yang indah di kaki bukit hijau yang naik dari pantai tersebut . Bukit itu convered dengan rumput hijau dan entah bagaimana ketika mereka melihat hal itu mereka memiliki perasaan bahwa ada sesuatu tentang hal yang misterius dan luar biasa .Salah satu teman sang pencinta begitu penasaran tentang hal itu bahwa ia berkelana ke bukit. Empat laki-laki muda diikuti . Setelah sampai ke puncak bukit kecil , semua lima mulai melompat dan cap sekitar dalam olahraga .Tapi , tiba-tiba mereka berhenti . Bukit sudah mulai bergerak menuju air . Itu adalah kura-kura raksasa ! Kelima orang berteriak panik dan mencoba lari, tapi sudah terlambat ! Mereka menangis , tapi yang lain bisa melakukan apa-apa . Hanya dalam beberapa saat , gelombang telah ditutup atas mereka .Dua lainnya laki-laki : kekasih dan temannya , pergi , tapi dengan berat hati . Setelah beberapa hari , mereka datang ke sungai . Sangat lelah , kekasih melemparkan dirinya ke bank. Untungnya , teman kekasih datang untuk membantu dia .Hari berikutnya , temannya bercerita bahwa ia menemukan seekor ikan yang telah dibersihkan dan memintanya untuk makan ikan bersama.
Kekasih mengatakan bahwa jika ia makan ikan , temannya harus berjanji untuk menjemputnya semua air yang dia bisa minum . Ketika mereka makan , ketel dibilas keluar dan teman kekasih membawanya kembali dengan penuh air . Pencinta minum air di draft . Sekali lagi temannya mengisi ketel di sungai dan lagi kekasih minum kering tapi masih aksed untuk lebih banyak air . Teman kekasih kemudian membawa sang kekasih ke sungai . Ketika sang kekasih melihat sungai , ia berjalan ke sungai , melompat masuk, dan berbaring di air dengan kepala ke arah tanah, minum rakus .Kemudian , dia memanggil temannya . Teman datang dan kagum melihat bahwa kekasihnya itu sekarang ikan dari kakinya ke tengah nya . Sakit di hati ia berlari agak jauh dan melemparkan dirinya di tanah dalam kesedihan . Setelah beberapa saat, ia kembali untuk menemukan bahwa kekasihnya itu sekarang ikan sampai ke lehernya .
Teman pulang ke rumah dan menceritakan kisahnya . Ada besar berkabung atas kematian kelima orang muda dan untuk kekasih yang hilang . Di sungai , sang kekasih telah menjadi ikan besar dan sirip yang hanya di atas permukaan . Kano harus portaged pada tenaga kerja besar di sekitar obstruksi .Sementara itu, putri kepala suku meratapi kekasihnya sebagai seorang suami dan tidak ada yang bisa menghiburnya . Hari demi hari , dia duduk di dalam tepee ibunya dengan kepala ditutupi dengan jubah , diam , bekerja , dan bekerja . Setiap kali ibunya bertanya , si gadis tidak menjawab .Mereka hari lengthended ke bulan sampai satu tahun berlalu . Dan kemudian gadis itu muncul . Dia meninggalkan tepee ibunya dengan memegang banyak hal di tangannya . Yang tiga pasang sepatu sandal , tiga pasang legging , tiga sabuk , tiga kemeja , tiga gaun kepala dengan bulu yang indah dan manis berbau tembakau .Suatu hari ia punya perahu baru dibuat. Kemudian, keesokan harinya ia melangkah ke dalam sampan dan melayang perlahan menyusuri sungai menuju ikan besar . Kano nya datang dan berhenti untuk tempat sirip besar muncul . Satu per satu ia meletakkan hadiah nya pada ikan punggung , hamburan bulu dan tembakau lebih dari tulang yang lebar .
" Oh , ikan , " serunya , " oh , ikan Anda yang kekasih saya, saya tidak akan melupakan Anda . Karena kau hilang karena cinta padaku , aku akan neer menikah . Sepanjang hidupku aku akan tetap menjanda . Ambil hadir tersebut . Dan sekarang meninggalkan sungai , dan membiarkan air berlari bebas , sehingga orang-orang saya mungkin sekali lagi turun di Kano mereka. " Perlahan ikan besar tenggelam , sirip yang lebar menghilang dan air di St Croix ( Stillwater ) bebas .


The Goose with the Golden Eggs





               Well, here is the story. One day country man was going to the nest of his goose and found there was an egg yellow and glittering. When he took it up, it was as heavy as lead and he was going to throw it away, because he thought a trick had been played upon him. But he took it home on a secoun thought, and soon foun to his delight that it was an egg. Every morning the occurred and he soon became rich by selling its eggs. As he grew rich he grew greedy and thought to get at once son the goose could give. He killed the goose and opened it: only to find nothing.

The Faithful Lovers



The following story will be special for each of you who want to know the real meaning of love.Hmm, there once lived a chief’s daughter who had many admirers. All the young men in the village wanted to have her for a wife and were all eager to fill her skin bucket when she went to the brook for water.There was a young man in the village. He was a good hunter but he was poor and had a mean family. He loved the maiden and wished he could marry her. So, one day when she went for water, he threw his robe over her head while he whispered in her ear: “Will you marry me?”For a long time the maiden acted as if she hadn’t heard anything, but one day she whispered back telling that she would be willing to marry him if he took a scalp.So he made a  war party of seven, himself and six other young men. Before they started, they sat down to smoke and rest beside a beautiful lake at the foot of a green knoll that rose from its shore. The knoll was convered with green grass and somehow as they looked at it they had a feeling that there was something about it that was mysterious and uncanny.One of the lover’s friends was so curious about it that he ventured into the knoll. Four of the young men followed. Having reached to the top of the knoll, all five began to jump and stamp about in sport.But, suddenly they stopped.
The knoll had begun to move toward the water. It was a gigantic turtle! The five men cried out in alarm and tried to run, but it was too late! They cried; but the others could do nothing. In just a few moments, the waves had closed over them.The other two men: the lover and his friend, went on, but with heavy hearts. After some days, they came to a river. Worn out with fatigue, the lover threw himself down on the bank. Fortunately, the lover’s friend came to help him.The following day, his friend told him that he found a fish which he had cleaned and asked him to eat the fish together. The lover said that if he ate the fish, his friend had to promise to fetch him all the water that he could drink. When they had eaten, the kettle was rinsed out and the lover’s friend brought it back with full of water. The lover drank the water at a draught. Again his friend filled the kettle at the river and again the lover drank it dry but still aksed for more water. The lover’s friend then took the lover to the river. When the lover saw the river, he walked to the river, sprang in, and lying down in the water with his head toward land, drank greedily.
Then, he called out his friend. The  friend came and was amazed to see that the lover was now a fish from his feet to his middle. Sick at heart he ran off a little away and threw himself upon the ground in grief. After awhile, he returned to find that the lover was now a fish up to his neck.The friend went home and told his story. There was great mourning over the death of the five young men and for the lost lover. In the river, the lover had become a great fish and its fin was just above the surface. Canoes had to be portaged at great labor around the obstruction.Meanwhile, the chief’s daughter mourned for her lover as for a husband and nobody could comfort her. Day by day, she sat inside her mother’s tepee with her head covered with her robe, silent, working, and working. Whenever her mother asked, the maiden did not reply.They days lengthended into moons until a year had passed. And then the maiden arose. She left her mother’s tepee with holding lots of things in her hands. The were three pairs of moccasins, three pairs of leggings, three belts, three shirts, three head dresses with beautiful feathers and sweet smelling tobacco.One day she had a new canoe made. Then, the next morning she stepped into the canoe and floated slowly down the river toward the great fish. Her canoe came and stopped to the place where the great fin arose. One by one she laid her presents on the fish’s back, scattering the feathers and tobacco over his broad spine.“oh, fish,” she cried, “oh, fish you who were my lover, I shall not forget you. Because you were lost for love of me, I shall neer marry. All my life I shall remain a widow. Take these present. And now leave the river, and let the waters run free, so my people may once more descend in their canoes. “Slowly the great fish sank, his broad fin disappeared and the waters on the St. Croix (Stillwater) were free.

Rabu, 16 Oktober 2013

KEKECEWAAN

Telah kau goreskan di hatiku luka yang begitu dalam
Engkau tahu betapa aku sangat mencintaimu
Tapi apa daya, engkau berulah menyakiti hatiku
Engkau tahu pabila orang yang yang mencintai telah tersakiti
Engkau tahu resikonya seperti apa
Ingin kubuang rasa kekecewaanku terhadapmu
Tapi apa daya, semuanya butuh waktu yang sangat panjang
Waktu yang bisa menyembuhkan hatiku
Di dekatmu hati ini hanya selalu ingin menangis
Melihatmu mata ini mengeluarkan air mata
Telah banyak air mata ini keluar untukmu
Tapi itu semua rasanya belum cukup menurutmu
Setiap terngiang di telinga, terbayang di memori kepala
Sebuah kejadian yang membuatku hampir mati di telan pikiran
Ketika itu aku hanya ingin berada  sendiri tanpa di temani
Aku sudah lelah terutama hatiku yang sering kau sakiti
Kapan hatimu, perilakumu bisa menyenangkanku dengan sepenuh hati
Apa tidak akan pernah terjadi?
Apa belum saatnya?
Entahlah, itu rahasia-Mu
Ku hanya bisa berdoa,berharap kebahagiaan itu datang terhadapku
Aku tak ingin rasa sakit ini kau rasakan
Cukup aku yang merasakan
Karena percuma saja pabila kau merasakan
Kau harus menghargai hati seseorang
Janganlah engkau berbuat ini kepada orang lain
Belajarlah dari masa lalu, bercerminlah dari kejadian yang lalu
Mungkin pabila kita berpisah engkau akan menyadari semua rasa sakit dan kekecewaanku ini terhadapmu

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Kesehatan